Resmikan Masjid Rafiuddin, Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan Masjid Jadi Sarana Penangkal Paham Radikal

pranusa.id March 31, 2021

dok. Info Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap kepada para ulama untuk memberikan pencerahan pada umat tentang indahnya Islam, serta menangkal pemahaman sesat atau paham radikal, yang sampai saat ini masih terjadi. Sehingga peristiwa bom bunuh diri seperti yang terjadi di Makasar, tidak terulang lagi.

“Masjid kembali bertambah di Sumut. Saya berharap dengan semakin bertambahnya rumah ibadah ini, dapat menangkal semua pemahaman yang sesat, yang terjadi selama ini. Umat Islam itu tidak ada radikal dan teroris. Umat Islam yang benar menjalankan ibadah. Memiliki rasa sayang pada semua umat, siapa pun umatnya,” ucap Edy Rahmayadi, saat meresmikan Masjid Rafiuddin, Yayasan Barokah Sumut Pimpinan Tengku Zulkarnaen, di Jalan Tanjung Sari Medan, Selasa (30/3) sebagaimana dirilis oleh Info Sumut.
Dalam kata sambutannya, Edy juga meminta kepada para guru dan ulama serta pengurus masjid, agar dapat membantu pemerintah perihal kenakalan remaja dan narkoba. Apalagi, katanya, saat ini Sumut sudah nomor satu pada kasus penyalahgunaan narkoba.
“Saya harap bantuan dari guru dan ulama saya, untuk mengajak umat dalam kegiatan di masjid memberikan pemahaman bahaya dari narkoba ini,” katanya.
Kepada para santri Yayasan Barokah, Edy meminta agar semakin tekun dan rajin menimba ilmu agama di pesantren ini. Edy pun berharap akan ada penerus ulama yang lahir dari yayasan asuhan Tengku Zulkarnaen nantinya.
“Rajin-rajinlah belajar anak-anakku. Kalian adalah penerus kami, dan saya harap kalian lah penerus ulama,” katanya.
Sementara Pimpinan Yayasan Barokah Sumut Tengku Zulkarnaen dalam kata sambutnya menyampaikan sejarah masjid dan area yayasan, yang dahulunya merupakan kediaman pribadi dan sudah lama tidak digunakan. Saat ini telah dibangun pesantren Tahfiz Quran, yang kemudian memperluas area lahan dengan bantuan keluarga dan masyarakat untuk membelinya hingga terbangun masjid tersebut.
Mengenai peristiwa bom bunuh diri di Makasar, Tengku Zulkarnaen juga mengecam tindakan tersebut, seraya menyatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah ajaran Islam. “Barang siapa membunuh satu nyawa tanpa hak dan putusan pengadilan, maka yang membunuh mendapat dosa seperti membunuh manusia satu dunia,” katanya.
Tengku Zulkarnaen juga menolak peristiwa yang dilakukan oleh oknum tersebut dikaitkan dengan Islam. “Itu bukan ajaran Islam dan saya keberatan jika ini dikaitkan dengan Islam dan mengatasnamakan Islam. Islam adalah Rahmatan Lil Alamin,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bantah Intel Kodim Awasi Anies Baswedan, Kodam Diponegoro: Tak ada Urgensi, Dia Masyarakat Biasa
SEMARANG – Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro secara tegas membantah…
Pemkot Pontianak Dukung Penuh Gerakan “Indonesia Asri” Inisiasi Presiden Prabowo
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyatakan dukungannya secara penuh…
KPK: Pilkada Lewat DPRD Punya Risiko Tindak Pidana Korupsi Lebih Tinggi
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai wacana pengembalian sistem…
Wapres Gibran: Yusril Ihza Mahendra Tokoh Serba Bisa dengan Integritas Tinggi
JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan…
PAN Ingin Duetkan Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Itu Hanya Wacana dan Hiburan Rakyat
JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad,…