Jokowi Ikut Bicara soal Uang Taipan India Rp1.800 T Lenyap Sekejap

pranusa.id February 7, 2023

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PRANUSA.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan supaya kasus gagal bayar yang menimpa nasabah Jiwasraya, Indosurya, Wanaartha Cs tidak terjadi di Indonesia. Hal ini berkaca pada kasus yang menimpa Gautam Adani.

Gautam Adani adalah taipan India yang kehilangan harta sampai dengan Rp1.800 triliun hanya dalam sepekan akibat laporan Hindenburg Research yang dirilis pada 24 Januari 2023.

Laporan tersebut menyebut perusahaan Adani telah melakukan manipulasi pasar dan penipuan akuntansi.

Menurutnya, ini menjadi contoh bagi OJK tentang betapa pentingnya melakukan pengawasan tidak hanya di lingkup makro saja tapi juga mikro.

“Hati-hati ada peristiwa besar, minggu kemarin Adani, di India, makro negaranya bagus, mikronya ada masalah. Mikro hanya satu perusahaan Adani. Ia kehilangan US$120 miliar, hilang langsung, dirupiahkan Rp1.800 triliun, hati-hati mengenai ini,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2).

“Indosurya, Wanaartha, unit link. Ini harus mikro satu-satu diikuti karena rakyat yang nangis, rakyat itu hanya minta satu; duit saya balik, uang saya balik. Karena waktu saya ke Tanah Abang menangis semua karena banyak yang kena itu. Waktu di Imlek juga sama, nangis-nangis itu juga, di Surabaya nangis-nangis itu juga,” tambahnya.

Jokowi menekankan jangan sampai Indonesia mengalami hal tersebut. Maka, kuncinya adalah pengawasan OJK yang harus lebih mendetail. Harus bisa melihat dan mencegah jika ada perusahaan yang terindikasi ingin menggoreng saham.

“Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan, Rp1.800 triliun, itu 1/4 nya PDB India hilang,” imbuhnya.

Kondisi ini, kata Jokowi sangat berdampak pada perekonomian dalam negeri. Contohnya, mata uang rupee India jeblok dan asing ramai-ramai menarik dananya dari negara tersebut atau terjadi capital outflow besar-besaran.

Padahal, perekonomian India telah bangkit dan cukup kuat. Namun, hanya karena satu mikro atau Adani bermasalah, maka berdampak pada semuanya.

“Hati-hari terhadap hal ini, padahal kondisi makronya bagus, sehingga dilihat betul mana yang suka menggoreng. Kalau gorengan enak, menggoreng-goreng pas dapat enak, tapi kepleset sedikit saja seperti tadi saya sampaikan, Adani di India, hati-hati,” pungkasnya. (*)

CNN Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
DPR RI Peringatkan Pemda: Jangan Jadikan Guru PPPK Paruh Waktu Korban Efisiensi Anggaran
JAKARTA, PRANUSA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak seluruh…
Tepis Tuduhan Korupsi, Eks Kepala Bahanan Kemhan Sebut Proyek Satelit Arahan Jokowi
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan…
Memaknai Jumat Agung: Refleksi Pengorbanan dan Solidaritas Kemanusiaan di Era Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID – Jumat Agung kembali hadir sebagai momen kontemplasi…
Sidang Korupsi DJKA Medan: Saksi Akui Kutip Dana Rp5,5 Miliar untuk Pilpres dan Pilkada Sumut
MEDAN, PRANUSA.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pada…
Dukung Penataan Humanis, Partai Golkar Ende Minta Pemkab Utamakan UMKM Lokal di Kawasan Ndao
ENDE, PRANUSA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40