
TEHERAN, PRANUSA.ID – Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution Guard Corps (IRGC) asal Iran mengumumkan keberhasilan operasi militer terbaru mereka yang menargetkan armada laut milik Israel dan Amerika Serikat.
“Kami telah menyerang sebuah kapal kontainer milik Israel dan sebuah kapal serbu Amerika Serikat,” tulis pernyataan resmi IRGC.
Penjelasan mendetail mengenai gelombang serangan ke-98 tersebut dipublikasikan secara utuh melalui saluran media resmi mereka, Sepah News, pada hari yang sama.
“Kapal kontainer SDN7 terkena hantaman rudal jelajah secara presisi dan terbakar,” sebut laporan tersebut.
Operasi militer itu juga dilaporkan berhasil memaksa kapal serbu amfibi AS, USS Tripoli (LHA-7), yang membawa lebih dari 5.000 prajurit untuk mundur ke kawasan selatan Samudra Hindia.
“Pasukan kami juga telah menyerang pusat-pusat strategis di Kota Haifa, Israel, serta perusahaan dan pabrik petrokimia di Be’er Sheva menggunakan rudal balistik presisi,” papar pihak IRGC.
Gempuran misil dari pihak militer Iran tersebut juga dikonfirmasi telah menghantam sebuah lokasi yang menjadi titik kumpul pasukan Israel di daerah Petah Tikva.
“Target-target lain yang terkena hantaman rudal dan drone mencakup sebuah pusat produksi bersama kendaraan udara nirawak milik Uni Emirat Arab dan Israel,” ungkap pihak IRGC.
Rangkaian gempuran udara mematikan itu diakhiri dengan serangan yang menyasar sejumlah unit pesawat di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Laporan: Hendri | Editor: Michael