Perdana Menteri Spanyol: Lonjakan Omicron Takkan Pengaruhi Natal

pranusa.id December 23, 2021

Ilustrasi Natal: Tirto.id

PRANUSA.ID — Keluarga Spanyol akan dapat merayakan Natal bersama, kata perdana menteri pada Rabu (22/12) sebelum bertemu dengan para pemimpin regional untuk membahas cara-cara mengatasi varian Omicron yang menyebar cepat.

Dengan hampir 80 persen populasinya sudah divaksin dan program booster semakin cepat, Spanyol sebagian besar terhindar dari gelombang infeksi yang merajalela hingga menyebabkan beberapa negara Eropa utara memperketat pembatasan di musim gugur.

Tapi kedatangan Omicron telah membuat angka infeksi meroket, dengan rekor hampir 50.000 infeksi baru tercatat pada Selasa (21/12), meskipun jumlah pasien di rumah sakit dan kasus perawatan intensif tetap cukup rendah dibandingkan dengan gelombang COVID-19 sebelumnya.

“Jangan khawatir, keluarga akan bisa merayakan Natal,” kata Perdana Menteri Pedro Sanchez kepada parlemen. “Spanyol telah melawan, tidak menyerah dan bergerak maju.”

Omicron menyumbang sekitar 47 persen dari total infeksi Spanyol, menurut data yang dirilis pada Selasa, melonjak dari hanya tiga persen minggu sebelumnya.

Sanchez mengadakan pertemuan dengan para pemimpin regional, yang bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan mereka sendiri di bawah sistem administrasi Spanyol yang sangat terdesentralisasi, dalam upaya menetapkan pendekatan terkoordinasi untuk mengatasi lonjakan tersebut.

Namun, perbedaan politik yang mencolok di antara mereka membuat kesepakatan pada tingkat nasional sulit dicapai, kecuali bahwa sebagian besar pembatasan paling mendasar kemungkinan tidak akan diberlakukan.

Di Catalunya, wilayah tempat jumlah pasien yang mengalami perawatan intensif tercatat dua kali lipat dari rata-rata nasional yang sebesar 30 persen, pemerintahan sayap kiri memerintahkan penutupan kelab malam dan menetapkan batasan kelompok.

Pemerintah Catalunya juga meminta persetujuan pengadilan untuk dapat menerapkan jam malam –langkah paling ketat yang bisa dilakukan tanpa ada pemberlakuan keadaan darurat nasional.

Sebaliknya, pemimpin Madrid, Isabel Diaz Ayuso, yang menang telak dalam pemilihan umum musim semi setelah menjanjikan pembatasan-pembatasan ringan, telah berjanji untuk tetap membuka sektor perhotelan apa pun yang terjadi. *(Antara/Reuters)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Wacana Efisiensi, Pemerintah Pastikan Tidak Akan Memangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Istana Kepresidenan memastikan pemerintah tidak akan memotong…
Formalitas Politik Tanpa Aksi Nyata: Kritik Bagi Wakil Rakyat
KOLOM— Kecamatan Reok kerap dijuluki sebagai jembatan ekonomi Kabupaten Manggarai.…
Antisipasi Penimbunan Jelang Idulfitri, Polres Bengkayang Perketat Pengamanan SPBU
BENGKAYANG, PRANUSA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang jajaran Polda Kalimantan…
Bertemu Dua Jam di Istana Merdeka, Prabowo dan Megawati Bahas Geopolitik hingga Isu Strategis Bangsa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden…
Polemik RI Gabung BoP, Ketua MPR Minta Masyarakat Percaya Langkah Diplomasi Presiden
JAKARTA, PRANUSA.ID- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40