ACSET Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Melalui Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

pranusa.id November 5, 2020

Ilustrasi: Istimewa

PRANUSA.ID — PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) kembali tunjukkan komitmennya dalam implementasi Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Komitmen ini ditunjukkan melalui diraihnya Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 (Anti Bribery Management System) dari Lembaga Audit dan Sertifikasi Internasional, PT TUV Nord Indonesia.

Penyerahan sertifikat secara simbolis dilakukan secara virtual pada Kamis, 5 November 2020 oleh Direktur PT TUV Nord Indonesia, Gede Bayu Wicaksana kepada Presiden Direktur ACSET, Idot Supriadi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada TUV Nord Indonesia yang telah menjadi mitra yang baik dalam sepanjang proses sertifikasi ini. Tentunya, saya juga menyampaikan apresiasi saya kepada seluruh insan ACSET yang telah berperan dalam mendukung pencapaian sertifikasi ini,” kata Idot Supriadi secara virtual.

“Saya percaya bahwa sertifikasi ini merupakan langkah awal bagi ACSET dalam memperkuat praktik-praktik usaha yang sesuai dengan GCG dan dapat memberikan manfaat yang baik untuk seluruh pihak terkait”, lanjut dia.

Sertifikasi ISO 37001:2016 mengindikasikan bahwa ACSET sebagai perusahaan terbuka terus berupaya meningkatkan penerapan GCG secara konsisten, khususnya menjalankan praktik usaha yang bebas dari suap dan korupsi.

Hal ini akan menjadi landasan utama bagi Perusahaan untuk memitigasi potensi penyuapan di lingkungan kerja dan sekaligus menjadi upaya perbaikan internal untuk mencapai kinerja Perusahaan yang lebih baik.

Sertifikasi tersebut juga membuktikan bahwa ACSET senantiasa memberikan nilai tambah dalam aspek kualitas kerja yang baik bagi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang merupakan wujud nyata dari prinsip utama ACSET di bidang safety dan quality.

Sebelum memperoleh sertifikasi ini, ACSET juga telah tersertifikasi dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ISO 45001:2018. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gelontorkan Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas, Gubernur Kaltim: Biar Enggak Nginap di Hotel
JAKARTA, PRANUSA.ID – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membenarkan…
Banjir Bandang Susulan Terjang Aceh Tengah, Dua Jembatan Darurat Ambruk dan Lima Desa Terisolasi
TAKENGON, PRANUSA.ID – Bencana banjir bandang susulan yang menerjang wilayah…
Marak Digunakan untuk Teror ke Masyarakat, Komisi III DPR RI Minta Pemerintah Batasi Penjualan Air Keras
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak…
Gelombang Serangan ke-98, IRGC Iran Klaim Hantam Kapal Israel dan Pukul Mundur USS Tripoli
TEHERAN, PRANUSA.ID – Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution…
Eks Wamenaker Noel Peringatkan PDIP Sedang Diburu ‘Anjing Liar’
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer…
IMG-20260404-WA0015
IMG-20260402-WA0019
IMG-20260404-WA0019