Ahli Geothermal Tegaskan Lumpur di Mataloko Fenomena Alam, Bukan Dampak Pengeboran PLN

pranusa.id March 31, 2026

NGADA, PRANUSA.ID – Pengembangan energi panas bumi atau geothermal di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mendapatkan penegasan ilmiah dari kalangan akademisi.

Ahli geothermal, Pri Utami, menekankan bahwa manifestasi panas bumi seperti mata air panas, kepulan uap, maupun lumpur di wilayah tersebut merupakan fenomena alamiah dan bukan dampak dari aktivitas pengeboran.

“Manifestasi panas bumi adalah wujud atau ekspresi adanya potensi panas bumi di bawah permukaan, di mana hal itu terbentuk secara alamiah,” jelas Pri Utami pada Selasa (31/3/2026).

Ia menerangkan bahwa fenomena tersebut muncul ke permukaan dalam berbagai bentuk visual, mulai dari mata air panas, tanah beruap, hingga kolam lumpur panas yang meletup-letup.

“Lumpur panas itu terbentuk ketika fluida geothermal di dalam reservoir mendidih dan bergerak mendekati permukaan,” ungkapnya.

Proses kondensasi yang terjadi tepat di bawah batuan penudung menyebabkan bebatuan tersebut melemah lalu terlarut sehingga tampak menyerupai wujud lumpur.

“Manifestasi geothermal terbatas di area tertentu dan kedalamannya dangkal, di mana ini juga bukan lumpur pemboran atau limbah pengeboran,” tegas ahli geothermal tersebut guna membantah kesamaan dengan peristiwa lumpur Lapindo.

Penjelasan akademis tersebut sekaligus ditujukan untuk meluruskan berbagai persepsi keliru yang selama ini berkembang liar di ruang publik.

Menurut Pri, manifestasi yang terlihat di permukaan murni merupakan proses geologi alami yang telah ada jauh sebelum kegiatan pengembangan pembangkit listrik berlangsung.

Di sisi lain, masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi proyek turut memberikan kesaksian mengenai kondisi riil di lapangan.

“Kalau ada yang mengatakan di sini tidak bisa menghasilkan dan lumpur muncul di mana-mana, itu tidak benar karena kami yang tinggal di sini mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar warga Daratei, Desa Ulubelu, Katharian Fono.

Tokoh masyarakat tersebut bahkan secara terbuka mengaku telah merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari proyek pengembangan geothermal di desanya.

“Dulu saya hidup dalam keterbatasan dengan rumah bambu beratap sederhana, namun sekarang anak saya bekerja karena adanya geothermal ini sehingga saya bisa memiliki rumah yang lebih layak,” tuturnya bersyukur.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menjalankan setiap tahapan proyek.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan berbasis kajian ilmiah dan pengawasan berlapis sesuai standar keselamatan serta kaidah lingkungan yang ketat,” tegas Rizki.

Ia menambahkan bahwa pihak PLN akan terus mengedepankan prinsip transparansi serta membuka ruang dialog bersama warga dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pengembangan geothermal merupakan bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal bagi NTT, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” tutupnya.

Laporan: Marsianus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Lewat Instagram, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa…
Fraksi Golkar Tegaskan Penertiban Pantai Ndao Tak Boleh Sepihak, Minta Pemda Ende Siapkan Relokasi
ENDE, PRANUSA.ID – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Ende, Megi…
Sebut Penggusuran di Ndao Bukan Solusi, Pengamat: Pemkab Ende Harus Lebih Kreatif
ENDE, PRANUSA.ID – Gesekan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, pedagang…
Gelar Halalbihalal, Kodim 1602 Ajak Semua Pihak Bersinergi Menjaga Keamanan di Ende
ENDE, PRANUSA.ID – Komando Distrik Militer (Kodim) 1602 Ende menyelenggarakan…
Tepis Isu PHK Massal, Gubernur Ria Norsan Pastikan Nasib PPPK di Lingkungan Pemprov Kalbar Tetap Aman
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40