BGN Beri Teguran Keras dan Bekukan SPPG Pria Viral yang Berjoget di Dapur Gizi

pranusa.id March 25, 2026

Hendrik Irawan, pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cimahi. (Instagram/sumbarkita.id dan TikTok/@mitrapangaubanbatujajar)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria berjoget di dalam fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini memantik sorotan publik.

Rekaman visual tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial karena sang pelaku turut mengklaim menerima kucuran insentif senilai Rp6 juta per hari dari negara.

Pada salah satu cuplikan, pria tersebut terlihat asyik menari mengikuti alunan musik di dalam ruangan yang menampilkan identitas resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara pada rekaman lainnya, ia kembali memamerkan gerakan tariannya di area pengolahan makanan tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar kebersihan.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menyampaikan kekecewaannya terhadap ulah oknum mitra pemilik fasilitas gizi itu.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan bahwa pihak BGN telah melakukan peninjauan langsung dan menjatuhkan sanksi pembekuan sementara atau suspend terhadap fasilitas milik oknum yang bersangkutan.

Tindakan tegas itu diambil lantaran hasil inspeksi menemukan bahwa spesifikasi dapur tersebut menyalahi petunjuk teknis operasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend,” katanya.

Lebih lanjut, pimpinan BGN tersebut juga telah menginstruksikan jajaran Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk menemui pelaku secara langsung dan memberikan peringatan disiplin.

“Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” ucap Nanik.

Fakta baru kemudian terungkap bahwa pria yang memicu kontroversi itu ternyata memegang hak kelola atas tujuh unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG.

Dari ketujuh fasilitas yang dikelola tersebut, enam di antaranya dilaporkan belum beroperasi dan akan mendapat pengawasan ketat dari BGN sejak tahap konstruksi.

“Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik, tapi yang running baru satu yang udah mulai dan yang lainnya belum, belum running,” kata dia.

Mengakhiri penjelasannya, Nanik kembali menegaskan kepada seluruh mitra pelaksana bahwa kepemilikan SPPG bukanlah sebuah lahan untuk mencari keuntungan bisnis semata.

Ia mengingatkan bahwa esensi utama dari peluncuran program MBG ini murni bertujuan untuk memperbaiki gizi dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Laporan: Christian | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Picu Kepanikan Warga, Tito Karnavian Batalkan Kebijakan Pembatasan BBM di Kalbar
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Dalam Negeri secara resmi membatalkan aturan…
Mendagri Sebut Kebijakan WFH Masih Tunggu Arahan Langsung Presiden Prabowo
JAKARTA, PRANUSA.ID – Rencana penerapan sistem kerja dari rumah atau…
Cegah Learning Loss, Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan…
Mendag Budi Santoso Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Stabil Selama Idulfitri 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan harga…
Satreskrim Polresta Pontianak Amankan Terduga Pelaku Penimbunan BBM Subsidi
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pontianak menindak…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40