
JAKARTA, PRANUSA.ID — Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil evaluasi dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan tingkat kepuasan publik mencapai 55,3 persen.
Sebanyak 40,9 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintah, sementara 3,8 persen sisanya memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid menjelaskan bahwa capaian tersebut relatif stagnan jika dibandingkan dengan periode survei Agustus 2026.
“Pemerintah berhasil mempertahankan stabilitas tingkat kepuasan, tapi dengan fiksi yang lebih berhati-hati buat pemerintah adalah ini stagnan. Artinya perlu dicari terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasan ini,” kata Hanta dalam pemaparan hasil riset di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Poltracking membeberkan bahwa alasan utama kelompok responden yang merasa puas didorong oleh ketepatan sasaran bantuan pemerintah sebesar 16,5 persen serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 15 persen.
Sebaliknya, faktor ketidakpuasan publik didominasi oleh penilaian kondisi ekonomi yang belum stabil, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga keluhan penyaluran bantuan sosial.
Secara terpisah, kepuasan terhadap kinerja personal Presiden Prabowo berada di angka 50,3 persen, sedangkan Wapres Gibran mencatatkan kepuasan sebesar 50,9 persen.
Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap jajaran pemerintahan secara umum mencatatkan angka lebih tinggi di tingkat 64,8 persen.
Survei tatap muka ini digelar pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 melibatkan 1.220 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Laporan: Henri | Editor: Michael