Ketua Umum MUI Ajak Ulama Selesaikan Masalah Dengan Cantik

pranusa.id November 27, 2020

Sertijab Ketua Umum MUI dari KH Ma’ruf Amin kepada KH Miftachul Akhyar

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpilih, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan permintaan agar seluruh ulama dapat membangun kebersamaan dan menyelesaikan masalah umat dengan cara yang cantik. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

“Kami mohon pada semuanya para pimpinan majelis ulama bersama-sama untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan cantik. Dengan tertangkap ikannya tanpa membuat airnya menjadi keruh. Jangan melakukan sesuatu dengan dasar kita melakukan kebaikan, melakukan amal ma’ruf nahi mungkar tapi meninggalkan mungkar-mungkar yang lain. Justru perilaku yang demikian menjadi mungkar itu sendiri, kita mau menghilangkan mungkar tapi mendatangkan mungkar yang lain,” ujar KH Miftachul Akhyar pada Jumat (27/11/2020).

Pernyataan ini disampaikan dengan harapan agar ulama dalam berdakwah juga turut memberikan keteladanan dalam mewarnai kehidupan umat. Membawa dakwah yang menghadirkan kebaikan sebagaimana yang ditunggu umat.

KH Miftachul Akhyar juga menyebut bahwa kiprah MUI tengah ditunggu bangsa dan bahkan dunia. Menyinggung era disrupsi dan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh ketidakpastian, ia pun menyebut tugas ulama menjadi berat. Terlebih era dimana HOAX banyak bertebaran dan membuat banyak pihak kesulitan membedakan yang baik dan bathil.

“Betapa beratnya tugas para alim ulama” ujarnya.

KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional yang digelar di tengah pandemi dengan model daring dan luring pada 25-27 November, demi memenuhi protokol kesehatan. Munas X MUI ini mengambil tema ‘Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen”

Dalam kesempatan tersebut serah terima jabatan dilakukan oleh KH Miftachul yang menggantikan Ma’ruf Amin sebagai ketua MUI periode 2015-2020. Ma’ruf Amin sendiri yang kini menjadi Wakil Presiden, masih berperan di MUI sebagai Ketua Dewan Pembina.

Para pengurus pun dipilih melalui rapat tertutup yang diikuti oleh 17 formatur mewakili berbagai representasi umat Islam.

Munas kali ini juga menghasilkan fatwa tentang Penggunaan Human Diploid Cell untuk Bahan Produksi Obat dan Vaksin, Fatwa tentang Pendaftaran Haji Saat Usia Dini, Fatwa tentang Pemakaian Masker Bagi Orang Yang Sedang Ihram, Fatwa tentang Pembayaran Setoran Awal Haji Dengan Utang dan Pembiayaan dan Fatwa tentang Penundaan Pendaftaran Haji Bagi Yang Sudah Mampu.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Picu Kepanikan Warga, Tito Karnavian Batalkan Kebijakan Pembatasan BBM di Kalbar
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Dalam Negeri secara resmi membatalkan aturan…
Mendagri Sebut Kebijakan WFH Masih Tunggu Arahan Langsung Presiden Prabowo
JAKARTA, PRANUSA.ID – Rencana penerapan sistem kerja dari rumah atau…
Cegah Learning Loss, Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan…
Mendag Budi Santoso Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Stabil Selama Idulfitri 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan harga…
Satreskrim Polresta Pontianak Amankan Terduga Pelaku Penimbunan BBM Subsidi
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pontianak menindak…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40