Muhammadiyah: Jangan Ada Konfrontasi Agamis-Nasionalis pada Pemilu 2024

pranusa.id September 8, 2023

FOTO: Prof. Dr. K. H. Haedar Nashir, M. Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Laporan: Severinus THD | Editor: Jessica C. Ivanny

PRANUSA.ID– Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau agar para tokoh maupun elit politik agar tidak menciptakan konfrontasi antara nilai keagamaan dan nasionalisme pada Pemilu 2024 nanti.

“Mestinya kita sudah selesai soal nasionalime dan agama,” kata Haedar saat hadir sebagai pembicara dalam Kuliah Umum tentang Keislaman dan Kebangsaan “Suksesi Kepemimpinan: Mencari Pemimpin yang Nasionalis dan Agamis” di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta, Kamis (7/9/2023).

Dia menjelaskan, para elite politik maupun peserta yang berkontestasi pada Pemilu 2024 sebaiknya menghayati nasionalisme dan agama secara bersamaan. Dengan begitu, kata Haedar menekankan, Pemilu 2024 tidak boleh lagi memunculkan dikotomi dengan menciptakan posisi diametral atau pemisah antara agama dan nasionalisme.

 Justru yang paling penting, lanjut Haedar, adalah bagaimana mengintegrasikan antara nilai-nilai keagamaan atau keislaman, dengan nasionalisme.

“Sekaligus memberi makna substantif pada nilai keislaman atau keagamaan, dengan kenegarawanan atau kebangsaan,” tutur dia.

Haedar memandang proses politik dan demokrasi di Indonesia dewasa ini sejatinya sudah tidak ada lagi pertarungan ideologi, kecuali who gets whatwhenand how atau siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana caranya.

Kendati demikian, ia percaya bahwa seluruh elite politik yang berkontestasi pada Pemilu 2024 masih memiliki idealisme untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita kemerdekaan sesuai yang tertuang dalam konstitusi. “Nah justru kita bawa agar itu bisa dibuktikan dalam realitas politik,” tutur Haedar.

Pengalaman lima kali penyelenggaraan pemilu sejak era reformasi, bagi Haedar, semestinya sudah cukup membuat Bangsa Indonesia mampu bersikap lebih dewasa dan matang seraya menghindari permusuhan dan kebencian.

“Saya yakin para tokoh politik banyak yang bertanggung jawab dan memiliki kerangka kebangsaan dan keagamaan yang baik,” kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Wacana Efisiensi, Pemerintah Pastikan Tidak Akan Memangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Istana Kepresidenan memastikan pemerintah tidak akan memotong…
Formalitas Politik Tanpa Aksi Nyata: Kritik Bagi Wakil Rakyat
KOLOM— Kecamatan Reok kerap dijuluki sebagai jembatan ekonomi Kabupaten Manggarai.…
Antisipasi Penimbunan Jelang Idulfitri, Polres Bengkayang Perketat Pengamanan SPBU
BENGKAYANG, PRANUSA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang jajaran Polda Kalimantan…
Bertemu Dua Jam di Istana Merdeka, Prabowo dan Megawati Bahas Geopolitik hingga Isu Strategis Bangsa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden…
Polemik RI Gabung BoP, Ketua MPR Minta Masyarakat Percaya Langkah Diplomasi Presiden
JAKARTA, PRANUSA.ID- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40