PBNU Tegaskan Tak Ada Kesengajaan Singkirkan Gerbong PA 212 dari MUI

pranusa.id November 28, 2020

Ilustrasi MUI: Harianmomentum.com

PRANUSA.ID — Masduki Baidlowi mengatakan bahwa tim formatur tidak membentuk kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2020-2025 dengan mempertimbangkan latar belakang calon pengurus (anggota PA 212 atau bukan).

“Pendekatannya bukan 212 dan non-212,” kata Masduki sebagaimana dikutip Pranusa dari laman detikcom, Sabtu (28/11/2020).

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang ingin menyingkirkan gerbong PA 212 dari kepengurusan MUI 2020-2025. “Tidak ada unsur kesengajaan menyingkirkan ini dan itu,” ujarnya.

Masduki sendiri merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga menjadi salah satu tim formatur kepengurusan MUI 2020-2025.

Tim formatur kepengurusan MUI 2020-2025 terdiri atas perwakilan dari organisasi masyarakat (ormas), perguruan tinggi, pesantren, petahana, dan zona.

Dalam hal ini, total ada tujuh zona dengan setiap zona mengajukan satu formatur. Lebih jelasnya, berikut rincian daerah setiap zona.

Zona Pertama
1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Riau
4. Sumatera Barat
5. Kepulauan Riau

Zona Kedua
1. Sumatera Selatan
2. Lampung
3. Bengkulu
4. Jambi
5. Bangka Belitung

Zona Ketiga
1. Banten
2. Jawa Barat
3. DKI Jakarta
4. Daerah Istimewa Yogyakarta
5. Jawa Tengah

Zona Keempat
1. Jawa Timur
2. Bali
3. Nusa Tenggara Barat
4. Nusa Tenggara Timur

Zona Kelima
1. Kalimantan Utara
2. Kalimantan Timur
3. Kalimantan Tengah
4. Kalimantan Selatan
5. Kalimantan Barat

Zona Keenam
1. Sulawesi Selatan
2. Sulawesi Utara
3. Sulawesi Tenggara
4. Sulawesi Barat
5. Sulawesi Tengah
6. Gorontalo

Zona Ketujuh
1. Maluku Utara
2. Maluku
3. Papua
4. Papua Barat

Atas kesepakatan bersama antara tim formatur kepengurusan MUI 2020-2025, maka Ketua Umum MUI terbentuk adalah KH Miftachul Akhyar.

Sementara itu, gerbong PA 212 yang hilang dari kepengurusan MUI 2020-2025 adalah Din Syamsuddin, Tengku Zulkarnain, Bachtiar Nasir, dan Yusuf Muhammad Martak.

Sebelumnya, mantan pengurus MUI Tengku Zulkarnain mengaku legowo tak lagi jadi pengurus MUI. “Harus ada regenerasi. Kalau saya merasa cukuplah, 10 tahun jadi wasekjen sudah cukup lama,” tuturnya, Jumat (27/11).

Secara terpisah, Din Syamsuddin juga sudah mengklarifikasi bahwa ia tidak terlibat dalam gerakan 212. Ia juga tak menjabat dalam kepengurusan MUI lagi karena tak bersedia.

“Sebelum Munas MUI, saya sudah sampaikan di dalam Rapat Pleno terakhir Dewan Pertimbangan MUI pada 18 November 2020 bahwa saya ingin berhenti dari keaktifan MUI,” ujar Din, Jumat (27/11).

(Pss/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26