PD: Mengapa ‘Perang’ Jokowi-Prabowo Seolah Mau Diturunkan ke Ganjar-Anies?

pranusa.id June 28, 2022

 

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

PRANUSA.ID — Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra menyoroti munculnya usulan duet tokoh untuk menghentikan polarisasi di masyarakat menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.

Menurutnya, ada tiga kunci untuk menghentikan polarisasi.

Pertama, Herzaky mengatakan, elite politik harus memberikan contoh, terbuka, menjaga komunikasi dengan semua pihak, serta menghargai perbedaan demi menghentikan polarisasi.

“Melihat pihak yang berbeda pendapat atau berbeda kubu, bukan sebagai musuh, melainkan sebagai lawan berdialektika, dan mitra dalam membangun negeri,” kata Herzaky, dilansir detikcom, Selasa (28/6).

Kedua, elite politik juga harus terbiasa dan siap berkompetisi, bukannya alergi. Herzaky menyoroti dua Pilpres sebelumnya yang hanya diikuti dua kubu.

“Pilpres 2014 dan 2019 yang hanya diikuti dua kubu dan sosok yang bertarung sama persislah yang membuat keterbelahan di masyarakat semakin mendalam. Buka ruang untuk koalisi dan pasangan calon minimal tiga di Pilpres 2024 untuk cegah keterbelahan,” tutur Herzaky.

Ketiga, Herzaky mengimbau untuk berhenti menyebarkan politik kebencian, framing, dan labelling yang merusak. Kemenangan, kata Herzaky, sebisa mungkin tak menghancurkan lawan dalam kontestasi.

Jadi, bukan soal memasangkan satu tokoh dengan tokoh lainnya. Menurut Herzaky, jika dilakukan demikian, sama saja menuduh sosok yang dipasangkan itu dan para pendukungnya sebagai sumber polarisasi.

“Padahal jelas-jelas polarisasi ini, keterbelahan di masyarakat, terjadi sejak Pilpres 2014, ketika hanya ada dua kubu capres, Jokowi dan Prabowo, yang kemudian berlanjut pada 2019,” ujarnya.

Herzaky juga mempertanyakan siapa yang diuntungkan jika kompetisi antara Jokowi dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ingin diwariskan ke Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Pasalnya, ia menilai pihak yang diuntungkan inilah sumber polarisasi sesungguhnya.

“Pertanyaannya, mengapa seakan perang di antara Jokowi dan Prabowo seakan mau diturunkan ke Ganjar dan Anies? Siapa sebenarnya yang mendapat untung dari polarisasi selama 2014 dan 2019? Pihak mana? Tokoh mana? Parpol mana? Mereka yang mendapatkan keuntungan dari polarisasi dan keterbelahan masyarakat inilah, sumber masalah sebenarnya,” ungkap dia.

“Hati-hati terhadap mereka yang berupaya mengekalkan polarisasi, mengorbankan keutuhan masyarakat, bangsa, dan negara ini, demi kepentingan elektoral mereka semata,” lanjut Herzaky. (*)

Penulis: Jessica C.
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gelontorkan Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas, Gubernur Kaltim: Biar Enggak Nginap di Hotel
JAKARTA, PRANUSA.ID – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membenarkan…
Banjir Bandang Susulan Terjang Aceh Tengah, Dua Jembatan Darurat Ambruk dan Lima Desa Terisolasi
TAKENGON, PRANUSA.ID – Bencana banjir bandang susulan yang menerjang wilayah…
Marak Digunakan untuk Teror ke Masyarakat, Komisi III DPR RI Minta Pemerintah Batasi Penjualan Air Keras
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak…
Gelombang Serangan ke-98, IRGC Iran Klaim Hantam Kapal Israel dan Pukul Mundur USS Tripoli
TEHERAN, PRANUSA.ID – Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution…
Eks Wamenaker Noel Peringatkan PDIP Sedang Diburu ‘Anjing Liar’
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer…
IMG-20260404-WA0015
IMG-20260402-WA0019
IMG-20260404-WA0019