
JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah cepat dalam penanganan pascabencana dengan memobilisasi dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Total anggaran yang ditargetkan mencapai Rp1 triliun, yang akan difokuskan untuk pembangunan hunian dan fasilitas pendukung guna mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, yang dipantau dari Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Rosan menegaskan komitmen BUMN untuk hadir sebagai garda terdepan dalam situasi darurat ini tanpa harus menunggu birokrasi anggaran negara yang panjang.
“Kami pada saat ini sudah menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp1 triliun,” ujar Rosan.
Hingga saat ini, realisasi dana yang telah dikeluarkan tercatat mencapai sekitar Rp655 miliar. Dana tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan “Rumah Hunian Danantara” serta berbagai fasilitas vital seperti dapur umum, sanitasi (toilet dan kamar mandi), tempat ibadah, jaringan internet, hingga ruang bermain bagi anak-anak di pengungsian.
“Dengan selesainya rumah dan juga bahan-bahan lain yang kita sudah berikan pada saat ini sudah mencapai kurang lebih Rp655 miliar. Jadi, dana itu yang sudah kami keluarkan,” ungkapnya.
Pembangunan hunian ini dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan melibatkan berbagai BUMN, di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang telah dibersihkan. Rosan merinci bahwa sebanyak 600 unit hunian di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sudah rampung dan siap diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Untuk target jangka pendek, Danantara memproyeksikan pembangunan 15.000 unit hunian dalam tiga bulan ke depan.
Proyek masif ini akan tersebar di tiga provinsi yang terdampak bencana paling parah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret pemerintah dalam memulihkan kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Laporan: Hendri | Editor: Arya