Ubah Miras Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer, Gubernur Gorontalo Dipuji

pranusa.id June 25, 2020

Rusli Habibie Gubernur Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mendapatkan pujian dari Gugus Tugas Pusat Penanganan Covid-19 nasional terkait inisiasi pembuatan hand sanitizer yang akan diproduksi masyarakat Gorontalo dengan bahan baku minuman keras lokal. Hal ini diungkap dalam kesempatan Live Talk Show secara daring.

“Pak gubernur saya dengar saat ini sedang menginisiasi masyarakat Gorontalo membuat buah tangan berupa hand sanitizer. Bisa diceritakan pak gubernur?” tanya Kol. Kristomei Sianturi selaku Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam kesempatan temu virtual tersebut, Rabu (24/6/2020).

Rusli Habibie pun menceritakan bagaimana mulanya ia berinisiatif mengubah miras tersebut menjadi bahan untuk pembuatan hand sanitizer.

“Iya pak Kolonel, namanya hand sanitizer Sophie. Jadi selama ini ada namanya minuman khas Sulawesi Utara, cap tikus dari pohon enau. Minuman itu memproduksi 40 persen alkohol. Dengan adanya covid-19 ini kita ubah menjadi hand sanitizer dengan kadar alkohol mencapai 70 persen,” jelas Rusli

Rusli pun menambahkan ide ini berangkat dari kegelisahannya, setelah ditemukannya kurang lebih 40 ton minuman keras yang disita oleh Kepolisian Gorontalo untuk dimusnahkan.

“Jadi ketika saya diundang oleh Kapolda Gorontalo dan Danrem untuk memusnahkan kurang lebih 40 ton cap tikus yang dijadikan barang bukti, ide ini muncul. Sayang kan kalau dibuang-buang,” ungkap Rusli

Setelahnya, Gubernur dua periode ini menghubungi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, menawarkan kerja sama antara kedua provinsi soal pembuatan hand sanitizer dari cap tikus tersebut.

“Beliau setuju, nanti kita bikin MOU. Dengan demikian minuman cap tikus ini tidak kucing-kucingan lagi dengan petugas berwajib. Petani juga tidak rugi, saya juga tidak rugi masyarakatnya tak minum miras, kita coba bikin ini sebagai hand sanitizer yang berkualitas,” jelasnya

Rencananya kedepannya, hand sanitizer ini akan diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri atau APD nasional.

“Dan nanti ini akan kita bagi-bagikan ke masyarakat. Diproduksi oleh HIPMI dan anak-anak muda. Rencana juga akan diproduksi untuk kebutuhan nasional. Nanti saya kirimkan ke gugus tugas pusat juga,” tandasnya.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…