
JAKARTA, PRANUSA.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuncaki simulasi elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 versi rilis survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI).
Dalam survei tersebut, Dedi meraih angka elektabilitas sebesar 21 persen atau unggul 6,8 persen dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengantongi 14,2 persen.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyampaikan hasil riset bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” tersebut dalam paparan publiknya di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Merespons perolehan kedua figur teratas, posisi berikutnya diisi oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 7,1 persen dan Anies Baswedan sebesar 7 persen.
“Dalam survei yang sama, sebanyak 3,5% responden memilih nama lain, sedangkan 20,8% responden tidak memberikan jawaban,” kata Adi Prayitno.
Selain mengukur keterpilihan, PPI turut memetakan tingkat popularitas tokoh di mana Prabowo Subianto mencatatkan tingkat pengenalan tertinggi sebesar 96,8 persen diikuti Gibran pada angka 93,8 persen.
Data riset memperlihatkan bahwa tingginya popularitas publik tidak serta-merta berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas figur dalam bursa pemilu.
Adi menekankan bahwa dinamika politik menuju 2029 masih sangat cair sehingga temuan survei saat ini hanya merekam peta preferensi awal masyarakat.
Laporan: Severinus | Editor: Arya