AMAN Kalbar Gelar Pertemuan, Minta Ranperda PPMHA Segera Disahkan

pranusa.id February 15, 2021

(AMAN Kalbar) menggelar pertemuan untuk membicarakan percepatan pengesahan Ranperda PPMHA

PRANUSA.ID– Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Kalbar (AMAN Kalbar) menggelar pertemuan untuk membicarakan percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA).

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Khatulistiwa Ballroom – Transera Hotel Pontianak, Senin (15/02/2021), mulai pukul 08.00 pagi tadi. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dewan AMAN Kalbar Stefanus Masiun mengatakan harapannya agar Ranperda PPMHA segera disahkan agar masyarakat adat bisa mendapatkan haknya secara utuh. 

“Saat ini sudah ada 8 Kabupaten memiliki Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di  Kalimantan Barat, dan kita masih memperjuangkan hingga ke tingkat provinsi. Ini adalah upaya CSO dan kita bersama. Dengan adanya pengesahan Perda PPMHA, kita berharap masyarakat adat bisa menikmati hak – haknya secara utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Martinus Sudarno menjelaskan bahwa ada berbagai tantangan yang muncul sehingga Raperda tersebut belum disahkan, salah satunya adalah terkendala di DPRD. 

“Raperda Pengakuan dan Perlindungan Hukum Masyarakat Adat telah dirubah menjadi Raperda Pemberdayaan Masyarakat Adat. Namun sampai saat ini belum juga disahkan. Perkembangannya masih melalui banyak tantangan, salah satunya masih terkendala di DPRD,” ujar Sudarno. 

Sebelumnya, di tingkat provinsi, Ranperda PPMHA sebenarnya sudah masuk dalam Program Legislasi Daerah (PROLEGDA) sejak pada tahun 2012. 

Namun sayangnya hingga saat ini Ranperda tersebut belum terealisasi karena belum adanya kesepakatan dari semua fraksi di DPRD Provinsi Kalimantan Barat kala itu, meskipun telah beberapa kali dibahas oleh Panitia Khusus di DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Pentingnya posisi Ranperda PPMHA  di tingkat provinsi ini adalah sebagai sebuah instrumen yang akan mengatur penetapan masyarakat hukum adat.

 

Laporan/Penulis: Bagas R

Editor: Mariano Lilipus Lejap

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Yosefat Lima Optimistis Tani Merdeka Indonesia Ende Mampu Menjawab Kebutuhan Petani
LABUAN BAJO – Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Partai Gerindra,…
Lantik DPD se-NTT di Labuan Bajo, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Mata dan Telinga Presiden
LABUAN BAJO – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia…
Gubernur Ria Norsan Canangkan Torasera Abdussalam Jadi Pusat Grosir Koperasi Desa se-Kalbar
KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berencana…
SMA Kolese De Britto Jajaki Kerja Sama Digitalisasi dengan Universitas Ateneo de Davao Filipina
YOGYAKARTA – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan studi…
DPD RI Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog dan Penguatan HAM
JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah untuk…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26