
SINGKAWANG – Kepolisian Resor (Polres) Singkawang, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, secara resmi mengerahkan sebanyak 900 personel gabungan untuk mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang.
Pengamanan pada tahun ini diperketat secara khusus mengingat adanya peningkatan mobilitas wisatawan sekaligus bertepatannya perayaan Cap Go Meh dengan awal bulan suci Ramadan.
“Perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh aparat keamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, Sabtu (14/2/2026).
Dari total 900 personel yang diturunkan, sebanyak 150 di antaranya merupakan anggota kepolisian dari Polres Singkawang yang diperkuat oleh Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Kalbar.
Sisanya merupakan personel gabungan lintas sektoral yang terdiri dari unsur TNI, Pemerintah Kota Singkawang, Jasa Raharja, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Fokus pengamanan akan diarahkan pada sejumlah titik krusial, seperti lokasi perayaan budaya, tempat ibadah, pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, hingga berbagai objek vital lainnya.
“Kami menyiapkan pengamanan terpadu, termasuk patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan, untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Dody menjelaskan rincian operasi.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan persatuan di tengah momen perayaan hari besar keagamaan yang saling berdekatan tersebut.
“Kita menyadari bahwa perayaan Imlek dan Bulan Suci Ramadhan waktunya sangat berdekatan. Saya mengimbau agar tidak ada oknum yang mencoba memprovokasi atau memecah belah persatuan antara umat beragama di Kota Singkawang,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga citra positif Singkawang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota toleran jangan sampai dikotori oleh pihak-pihak yang ingin merusaknya. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu bernuansa SARA dan intoleransi,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, aparat kepolisian memastikan akan meningkatkan intensitas patroli siber guna memantau perkembangan isu di media sosial agar tidak memicu keresahan publik.