Aruna Dapat Suntikan Dana USD 35 Juta dari Sindikasi Growth Fund


Aruna (Dok. Istimewa)

Pranusa.ID- Aruna, startup perikanan asal Indonesia, mendapatkan suntikan dana sebesar 35 juta Dolar Amerika atau setara dengan Rp 500 miliar untuk memperkuat ekspansi layanannya. Pendanaan ini masuk melalui Prosus dan East Ventures (Growth Fund), didampingi oleh investor lain termasuk AC Ventures, SIG, Vertex, MDI dan lainnya.

Masuknya pendanaan seri A ini, mencatatkan Aruna sebagai  penerima dana terbesar untuk sektor agritech dan maritim. Pendanaan ini sendiri, dinilai tak lepas dari potensi perikanan yang dimiliki Indonesia.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, sekitar 5,8 juta kilometer persegi. Di dalam laut terdapat potensi sumber daya laut  berupa  perikanan. Laut  Indonesia  memiliki  angka  potensi  lestari  yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun” ungkap Utari selaku Chief Sustainability Officer Aruna melalui rilis yang diterima Pranusa.ID, Selasa (10/8/2021).

Utari menjelaskan bahwa Aruna merupakan startup teknologi yang menyediakan platform untuk mempermudah para nelayan untuk menjual produknya langsung ke pasar global dan domestik.

“Dengan mengusung visi “Laut Untuk Semua”, Aruna berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup komunitas nelayan dengan mendorong praktik perdagangan ikan yang adil dan bertanggung jawab untuk keberlanjutan industri perikanan dalam jangka panjang” jelasnya.

Lebih lanjut Utari menyebut bahwa di sektor perikanan dan maritim, Aruna hadir untuk mengurangi kesenjangan antara harga beli pada konsumen akhir dan harga jual dari nelayan kecil. Rantai pasok yang panjang menyebabkan nelayan kecil terpaksa menekan harga jualnya agar dapat tetap terjangkau bagi konsumen akhir, sehingga berpengaruh pada kesejahteraan mereka di desa pesisir.

Utari menambahkan, Aruna membangun platform yang mengkonsolidasikan semua aspek dalam industri perikanan, dari mulai agregator untuk penawaran dan pembelian hingga pembiayaan sehingga dapat mengurangi kesenjangan harga ini, sekaligus meningkatkan taraf hidup nelayan.

Saat ini, Aruna telah membangun lebih dari 40 pusat komunitas nelayan yang tersebar di 13 provinsi, mayoritas di desa pesisir yang belum terjangkau perusahaan perikanan sejenis. Di sana, Aruna juga membuka lapangan pekerjaan sebagai pengolah hasil tangkapan dengan memberdayakan para wanita di daerah pesisir.

Pendanaan ini diharapkan dapat turut berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi di daerah pesisir, khususnya masyarakat yang terdampak pandemi.

“Dengan pendanaan yang ada, Aruna memperluas jangkauannya untuk bisa merangkul lebih banyak nelayan bergabung, melakukan pengembangan teknologi yang lebih masif, penambahan jumlah tim dan peluang kerja baru serta menjalankan inisiatif-inisiatif yang berfokus pada isu keberlanjutan” tutup Utari.

 

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top