Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Negara akan Memperhatikan Masyarakat Kaltim

pranusa.id December 23, 2021

Maket Ibu Kota baru. (Dok Kementerian PUPR)

PRANUSA.ID — Rencana pemindahan Ibu Kota yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) akan tetap memperhatikan masyarakat lokal di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu ditegaskan Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando Wanggai dalam keterangan resmi seperti dilansir Antara, Kamis (23/12).

“Dalam pemindahan ibu kota, kita tidak berpindah di ruang hampa, ruang kosong. Di Kalimantan Timur sudah ada saudara kita yang tinggal,” kata Velix.

“Kalimantan Timur ini beragam. Kita mengembangkan IKN menjadi kota dunia untuk semua, karena kita mengantisipasi pengembangan dunia yang sangat cepat dari sisi budaya,” lanjutnya.

Untuk memastikan publik berpartisipasi dalam rencana pemindahan dan pembangunan IKN, Velix mengatakan digelarlah konsultasi publik tentang RUU IKN di Universitas Indonesia.

Menurutnya, hasil diskusi dan masukan dari konsultasi publik ini akan menjadi bahan pendalaman untuk menyempurnakan RUU IKN, termasuk memastikan pembangunan IKN yang inklusif dan membangun masyarakat di Kaltim.

“Kita akan melihat aspek perencanaan sosial, ekonomi, dan ekologi, melalui penerapan green economy yang menempatkan konsep ekonomi, ekologi, dan sosial secara bersamaan. Kita akan membuat social planning sebelum perencanaan ekonomi dan fisik,” tuturnya.

Tidak hanya masyarakat Kaltim, Velix mengungkapkan rencana pembangunan IKN juga diharapkan memberikan manfaat bagi wilayah di sekitar Kalimantan, termasuk pulau lain di Kawasan Timur Indonesia.

Velix menjelaskan, hal itu perlu dilakukan mengingat pembangunan IKN juga bertujuan mengubah paradigma pembangunan menjadi Indonesia-sentris.

Artinya, poros pembangunan ekonomi dan sosial tidak lagi hanya di Indonesia bagian barat, namun juga Indonesia bagian timur.

“Ketika kita ingin mendorong pertumbuhan wilayah, konektivitas menjadi hal yang penting. Saat ini kami sudah membuat rencana pembangunan enam kluster ekonomi yang berada di kawasan lainnya, seperti Sulawesi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Damri Pontianak Siapkan 64 Armada untuk 20 Rute Perjalanan
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Perum Damri Cabang Pontianak menyatakan kesiapan penuh…
Yusril Desak Polri Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan…
KPK Tahan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Korupsi Kuota Haji, Sita Aset Hingga Rp100 Miliar
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset senilai…
Maafkan Rismon Sianipar, Soal ‘Restorative Justice’ Jokowi Serahkan ke Kuasa Hukum
SOLO – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya buka…
Bantah Indonesia Alami Resesi, Menkeu Purbaya Pastikan Daya Beli Masyarakat Membaik
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kondisi…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40