FUSE Masuk Daftar 100 Insurtech Terbaik Dunia Tahun 2021

pranusa.id November 27, 2021

FOTO: Chief Operating Officer (COO) Fuse, Ivan Sunandar dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung

PRANUSA.ID– Platform marketing intelligence terdepan yang dirancang khusus untuk industri asuransi, Sønr Global, bersama konsultan terkemuka Ernst & Young (EY) merilis daftar nama-nama insurtech terbaik di dunia, yang diberi judul The World’s Top 100 Insurtechs 2021.

Daftar ini dibuat oleh tim Sønr dengan meneliti dan menganalisis puluhan ribu perusahaan di seluruh dunia, yang kemudian dinilai oleh pakar-pakar industri asuransi kelas dunia.

Perusahaan insurtech yang masuk dalam daftar dianggap sukses dan menjadi pelopor perubahan positif di industri asuransi. Fuse menjadi satu-satunya insurtech asal Indonesia yang masuk dalam daftar ini, menempati peringkat ke-65.

Dalam ulasan Sønr disebutkan, Fuse merupakan platform insurtech yang mendistribusikan produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi menggunakan beragam kanal distribusi dan partner.

Bisnis model Fuse diklaim paling komprehensif untuk memasarkan produk asuransi, mulai dari model agent partners menggunakan aplikasi Fuse Pro, B2C comparison menggunakan portal pembanding asuransi Cekpremi.com, model financial institute dengan menjalin kemitraan dengan institusi perbankan dan multifinance, serta model asuransi mikro.

“Kami tidak menyangka dipilih oleh Sønr Global dan EY, dan menempati peringkat yang lebih tinggi dari beberapa nama-nama besar insurtech lain. Merupakan kebanggaan bagi Fuse dapat menjadi satu-satunya insurtech asal Indonesia, dan salah satu dari dua insurtech di Asia Tenggara, yang masuk daftar 100 insurtech terbaik dunia,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung dalam keterangan resminya, Jumat (26/11).

“Dengan dukungan ini, kami akan melakukan yang terbaik untuk terus mengembangkan platform teknologi untuk membantu perusahaan asuransi dan agen/ partner mendistribusikan produk-produk asuransi. Kami juga berharap kehadiran Fuse bisa meningkatkan penetrasi asuransi di Asia Tenggara,” sambungnya.

Menurut Andy, industri asuransi punya potensi besar untuk berkembang. Mengacu pada data OJK, terdapat 97% orang Indonesia yang belum terproteksi karena kurangnya kepercayaan pada sistem yang ada saat ini.

Kesenjangan juga terjadi dalam penerapan teknologi di perusahaan asuransi di Indonesia, yang meliputi sulitnya akses dan pengembangan produk asuransi.

Alhasil, ekosistem digital yang dibangun oleh perusahaan insurtech menjadi jawaban atas tantangan tersebut, dengan menawarkan beragam kanal distribusi untuk memasarkan produk asuransi.

“Mengacu pada pertumbuhan bisnis kami selama beberapa tahun terakhir, platform teknologi yang dibangun Fuse terbukti meningkatkan minat dan penjualan produk asuransi. Di Indonesia dan Asia Tenggara, kami termasuk yang terbesar untuk ukuran pendapatan premi bruto (gross written premium/ GWP) dan company valuation. Pada tahun 2020, Fuse membukukan GWP sebesar Rp 720 miliar. Di kuartal III 2021, GWP Fuse sudah lebih dari Rp 1 triliun,” tutup Andy.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…