
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pasar parfum Indonesia tercatat mencapai sekitar USD 612 juta pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 913 juta pada 2030 dengan laju pertumbuhan 8,4% per tahun, melampaui rata-rata Asia Tenggara.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap diferensiasi produk, di mana aroma menjadi elemen kunci dalam membangun identitas dan daya saing merek.
Di tengah pertumbuhan pesat industri fragrance nasional yang kini bernilai lebih dari USD 600 juta dan terus berkembang, PT Alfa Indo Global (AIG) memperkuat posisinya sebagai importir sekaligus distributor tunggal produk wewangian dari Parfums Plus France di Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap diferensiasi produk berbasis aroma.
Sebagai perusahaan berbasis di Prancis sejak 2002, Parfums Plus dikenal dengan inovasi aroma serta penggunaan bahan baku berkualitas tinggi yang bersumber dari Grasse, pusat industri parfum dunia.
Melalui kemitraan strategis ini, AIG menghadirkan akses langsung bagi pelaku bisnis di Indonesia terhadap produk wewangian premium dengan standar global.
“Sebagai distributor tunggal Parfums Plus di Indonesia, kami ingin menjadi mitra strategis bagi pelaku industri dalam menciptakan produk yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki identitas aroma yang kuat dan relevan dengan pasar. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi wewangian berkualitas internasional bagi sektor perawatan pribadi, rumah tangga, hingga wewangian premium,” ujar Direktur Utama PT Alfa Indo Global, Fahmi, dalam keterangan tertulisnya (Rabu, 06/05/2026).
Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif, kebutuhan akan diferensiasi produk menjadi krusial. AIG menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan end-to-end, mulai dari konsultasi, pengembangan aroma, hingga produksi massal.
Selain itu, perusahaan juga menawarkan fleksibilitas formulasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap klien.
Dari sisi operasional, AIG memastikan seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi standar regulasi dan keamanan, termasuk sertifikasi BPOM (SKI), kepatuhan terhadap standar IFRA (International Fragrance Association), serta kelengkapan dokumen seperti MSDS dan COA. Hal ini memberikan jaminan transparansi dan keamanan bagi mitra bisnis dalam proses produksi mereka.
“Kami melihat potensi besar di sektor B2B, di mana kebutuhan akan kualitas, konsistensi, dan kecepatan pelayanan menjadi faktor penentu dalam memenangkan pasar,” tambah Fahmi.
Keunggulan lain yang ditawarkan AIG adalah efisiensi rantai pasok melalui sistem distribusi yang terintegrasi, termasuk pengiriman langsung dari Prancis ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara untuk menjaga kualitas produk. Dengan dukungan jaringan lokal, AIG juga memastikan layanan yang cepat dan responsif bagi pelanggan.
AIG didukung oleh tim manajemen dan komisaris yang berpengalaman di industri terkait, termasuk Ali Akbar selaku Komisaris PT Alfa Indo Global dan Agav Zulpukharov selaku Partner dari Parfums Plus France, yang berperan dalam pengembangan strategi bisnis dan ekspansi perusahaan.
“Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis dengan pertumbuhan yang menjanjikan di sektor fragrance. Melalui kemitraan dengan PT Alfa Indo Global, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan inovasi aroma yang tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga relevan dengan preferensi konsumen lokal. Kami percaya kolaborasi ini akan membuka potensi baru bagi pelaku industri di Indonesia,” kata Agav Zulpukharov.
Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan solusi fragrance kepada lebih banyak pelaku industri, AIG akan berpartisipasi dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients 2026 yang akan berlangsung pada 6–8 Mei di Jakarta International Expo.
AIG mengundang para pelaku industri, brand owner, serta formulator untuk mengunjungi booth mereka dan mengeksplorasi berbagai inovasi aroma serta peluang kolaborasi bisnis yang ditawarkan.
Laporan: Severinus | Editor: Michael