Raih Pendanaan Rp363 Miliar Seri B Plus, FUSE Siap Ekspansi Asia Tenggara

pranusa.id December 14, 2021

ILUSTRASI: FUSE (Dok. Istimewa).

PRANUSA.ID– Perusahaan insurtech terbesar di Indonesia, Fuse, mengunci pendanaan perpanjangan Seri B dengan jumlah lebih dari US$ 25 juta atau sekitar Rp 363 miliar, sehingga total pendanaan Seri B berjumlah lebih dari US$ 50 juta atau sekitar Rp 725 miliar. Putaran Seri B Plus ini dipimpin oleh investor global spesialis penggelontor dana untuk fintech. Investor di putaran sebelumnya, yaitu East Ventures (Growth Fund), GGV Capital, eWTP dan Emtek, juga ikut berpartisipasi di putaran ini.

Selama enam bulan ini, Fuse merampungkan tiga putaran pendanaan, yakni Seri B, Seri B tambahan dan Seri B Plus. Hal ini menegaskan kepercayaan investor terhadap inovasi insurtech dan strategi ekspansi yang dilakukan oleh Fuse.

Dana segar yang didapatkan dari putaran Seri B Plus ini akan digunakan untuk membawa platform Fuse ke lebih banyak negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2021, kelas menengah Asia Tenggara diprediksi akan tumbuh menjadi 350 juta konsumen dengan pendapatan US$ 300 miliar, dan semakin melek digital. Fuse berada di posisi yang tepat untuk memasuki pasar asuransi potensial yang kurang terpenetrasi ini melalui platform teknologi uniknya, yang menghadirkan kanal-kanal distribusi yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Kami sangat senang diakui oleh investor fintech skala global yang mengetahui ada banyak pemain insurtech di Asia Tenggara, namun memutuskan untuk berinvestasi di Fuse. Kami sangat bersemangat untuk berbagi akses dan pandangan dari perusahaan portofolio fintech dan insurtech lainnya di jaringan global ini. Minat yang kuat dari investor global, bersama dengan prestasi terbaru kami masuk dalam daftar World’s Top 100 Insurtechs 2021 yang diterbitkan oleh Sønr Global dan Ernst & Young, menegaskan kembali pendekatan ekosistem digital kami saat ini. Platform teknologi yang dikembangkan Fuse membuat asuransi lebih mudah diakses oleh masyarakat di Asia Tenggara,” ujar Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung, dalam pernyataan resminya.

Berdiri pada tahun 2017, Fuse merupakan pelopor insurtech pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi untuk memungkinkan penjualan asuransi dengan model bisnis B2A/ Business to Agent/ Broker. Saat ini Fuse merupakan insurtech yang memiliki bisnis model paling komprehensif, yakni B2A, B2C comparison, B2B2C (asuransi mikro dan financial institute), yang memungkinkan untuk membantu partner mendistribusikan produk asuransi dengan biaya operasional yang terjangkau kepada end-customer.

Fuse saat ini memiliki lebih dari 60 ribu tenaga pemasar/ partner yang menggunakan aplikasi Fuse Pro. Fuse juga bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan asuransi, mulai dari perusahaan asuransi umum hingga perusahaan asuransi jiwa, yang mendukung Fuse untuk menyediakan lebih dari 300 produk asuransi bagi end-customer. Sejak kuartal ketiga 2021, Fuse telah resmi ditunjuk oleh Tokopedia sebagai mitra insurtech strategis untuk menghadirkan semua produk asuransi umum bagi user Tokopedia. Pada September lalu, pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/ GWP) Fuse untuk tahun 2021 telah melampaui Rp 1 triliun, yang menjadikan Fuse sebagai perusahaan insurtech terbesar di Indonesia.

“Dengan kepercayaan dari investor, perusahaan asuransi, partner bisnis dan end-customer, Fuse akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mengembangkan produk asuransi yang paling terjangkau dan sesuai kebutuhan. Kami sangat percaya bahwa transformasi asuransi digital dapat membantu lebih banyak orang mendapatkan proteksi asuransi, dan semoga tingkat penetrasi asuransi dapat meningkat secara substansial di tahun-tahun mendatang di Indonesia maupun Asia Tenggara,” pungkas Andy.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…