
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjelaskan mengenai keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan bahwa keberadaan Indonesia di dalam BoP bertujuan agar memiliki pengaruh dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” kata Prabowo pada Senin (16/3/2026).
Sementara itu, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda. Seluruh pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan akibat meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Terkait penyelesaian konflik antara AS dan Iran, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator. Konflik tersebut dinilai telah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia.
Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri perseteruan tersebut.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Prinsip tersebut membuat Indonesia tidak memihak kepada blok kekuatan mana pun dan tetap aktif menciptakan perdamaian dunia.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” tegasnya.
Indonesia juga dipastikan berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Karena itu, Indonesia harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat.
“Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” paparnya.
Ia menambahkan, Indonesia terus menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tetangga. Hal tersebut diiringi dengan postur militer Indonesia yang bersifat defensif.
Laporan: Marsianus | Editor: Michael