Israel Harap AS Bisa Bantu Muluskan Jalan Normalisasi Hubungan dengan Arab Saudi

pranusa.id May 8, 2023

Ilustrasi: Amerika Serikat.

PRANUSA.ID — Lawatan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, ke Arab Saudi pada akhir pekan ini menjadi harapan tersendiri bagi Israel.

Israel berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan terobosan penting dalam upaya normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi.

“Kami sangat, sangat berharap akan ada terobosan selama kunjungannya ke sana (Saudi),” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi, saat menyambut kedatangan Sullivan di Tel Aviv pada akhir pekan lalu, dikutip Reuters pada Senin (8/5).

Sullivan diperkirakan akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) ketika berkunjung ke Riyadh nanti.

Hanegbi kemudian ditanya soal kemungkinan adanya komunikasi langsung melalui telepon antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan MbS selaku pemimpin de facto Saudi saat ini menjelang lawatan Sullivan ke Riyadh.

Namun, Hanegbi enggan berkomentar soal itu.

“Ada orang yang mengatakan bahwa ada lebih dari panggilan telepon antara pemimpin Saudi dan Israel. Tetapi yang penting adalah bahwa AS memimpin langkah menambahkan Arab Saudi ke Abraham Accords, perjanjian normalisasi dan perdamaian dengan Israel,” kata Hanegbi.

“Jika itu terjadi, itu akan menjadi titik balik bersejarah,” tambahnya.

Dikutip dari CNN Indonesia, wacana normalisasi hubungan Israel-Saudi makin santer terdengar belakangan ini. Netanyahu bahkan telah beberapa kali mengungkapkan niat Israel untuk menjalin hubungan normal dengan Saudi.

Selama ini, Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik. Salah satu alasannya yakni solidaritas Saudi terhadap perjuangan Palestina untuk merdeka.

Baru-baru ini, Menlu Israel Eli Cohen bahkan membeberkan rencana mengunjungi Saudi dalam waktu dekat untuk membicarakan prospek normalisasi.

Cohen bahkan mengisyaratkan akan ada setidaknya satu lagi negara Arab yang akan menormalisasi hubungannya dengan Israel setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain melakukannya pada 2020 lalu.

Interaksi Tel Aviv-Riyadh juga semakin terlihat nyata setelah kedua negara disebut menjajaki izin penerbangan langsung bagi warga Israel yang ingin melaksanakan ibadah haji.

Selama ini, umat Muslim dari Israel dan Palestina melakukan perjalanan ke Saudi melalui negara ketiga, seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Beberapa tahun lalu, Pangeran MbS juga menjadi sorotan setelah blak-blakan menganggap Israel bisa menjadi mitra Saudi di depan media. (*)

Editor: Severinus THD

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…