Israel Terus Bongkar Rumah Warga Palestina, Bagaimana Sikap Uni Eropa?

pranusa.id October 16, 2021

ILUSTRASI: Bendera negara Palestina dan Israel.

PRANUSA.ID– Anggota Parlemen Eropa, Chris MacManus mengatakan, Uni Eropa tidak bisa terus tinggal diam soal Palestina. Ia mengungkapkan, data terbaru menunjukkan pembongkaran rumah warga Palestina yang dilakukan oleh otoritas Israel terus meningkat tajam.

“Dari Januari hingga Agustus tahun ini, pihak berwenang Israel menghancurkan atau menyita 118 bangunan milik Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Ini merupakan peningkatan 38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Wafa, Jumat (15/10/2021).

Pembongkaran tersebut, sambung MacManus, mengakibatkan 191 orang mengungsi, termasuk 116 anak-anak. Pembongkaran tersebut termasuk dalam hal bangunan umum, sehingga menyebabkan lebih dari 1.400 orang tidak memiliki akses ke layanan dasar.

Menurut dia, otoritas Israel berdalih bahwa bangunan-bangunan itu tidak memiliki izin. Namun, Israel tidak berani terbuka menyebutkan bahwa hanya mereka yang memiliki wewenang untuk memberikan izin tersebut.

Selain itu, MacManus juga meminta para pemimpin Uni Eropa untuk membela kaum tertindas. Hanya saja yang mengejutkan, Uni Eropa berusaha untuk melanjutkan bisnis seperti biasa dengan Israel, mengabaikan fakta bahwa rata-rata setidaknya lima belas bangunan yang dihancurkan setiap bulan dibangun menggunakan dana Uni Eropa.

“Dalam situasi lain apa yang dianggap masuk akal untuk berdagang dengan negara yang secara sistematis melemahkan upaya Anda untuk membantu yang tertindas? Saya telah memeriksa data dan sebagian dana ini berasal dari Irlandia,” ungkapnya.

MacManus mengatakan, tindakan Israel dirancang untuk membuat solusi dua negara tidak dapat dijalankan, karena mereka mendirikan pemukim Israel di seluruh wilayah yang merupakan bagian dari negara Palestina.

Oleh karena itu, menurutnya, semua pembongkaran harus dihentikan, dan pemukim harus diperintahkan untuk meninggalkan wilayah Palestina yang telah mereka duduki secara ilegal di Tepi Barat.

“Akhirnya, saya percaya sudah saatnya Uni Eropa menentang Israel. Uni Eropa harus memenuhi retorikanya sendiri demi hak asasi manusia dan perdamaian,” tegas MacManus.

 

Laporan: Bagas R
Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26