
NEW DELHI, PRANUSA.ID – Otoritas India memberikan jaminan ketersediaan bahan bakar minyak di tengah tersendatnya rantai pasokan global akibat memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kendati jaminan keamanan stok telah diberikan, fenomena kepanikan massal tetap terjadi dan memicu penumpukan kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum.
Kepanikan masyarakat di lapangan tersebut bermula dari pengetatan rute pelayaran di Selat Hormuz yang mengakibatkan lonjakan ekstrem pada harga minyak internasional.
Pemerintah setempat berulang kali mengonfirmasi bahwa pasokan minyak mentah maupun produk olahan seperti bensin dan solar masih mencukupi kebutuhan domestik.
Pejabat dari Kementerian Perminyakan India bernama Sujata Sharma mengimbau agar penduduk setempat tidak terpancing oleh situasi darurat tersebut.
“Jangan percaya rumor dan hindari panic buying,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (27/3/2026).
Imbauan pemerintah nyatanya belum sepenuhnya meredam kekhawatiran karena sebagian warga bersikeras melakukan pengisian tangki bahan bakar lebih awal.
Salah satu pegawai swasta bernama Ashish Singh membenarkan bahwa dirinya harus menghabiskan waktu hampir satu jam di antrean akibat tingginya kekhawatiran akan potensi kelangkaan energi.
Laporan: Severinus | Editor: Arya