
WASHINGTON D.C. – Indonesia secara resmi ditunjuk untuk mengemban posisi strategis sebagai Wakil Komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) untuk wilayah Gaza, Palestina.
Pengumuman bersejarah tersebut disampaikan pada pertemuan perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang diselenggarakan di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026).
Komandan ISF, Jasper Jeffers, menyampaikan langsung pengumuman tersebut dan mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah menerima tawaran jabatan strategis dalam struktur awal komando pasukan.
“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, Wakil Komandan untuk ISF,” kata Jasper dalam forum internasional tersebut.
“Dengan langkah-langkah awal posisi ini, kami akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” tambahnya.
Kehadiran ISF dibentuk secara khusus untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan menjaga stabilitas keamanan, guna membuka ruang bagi pemerintahan sipil agar dapat kembali berjalan efektif di Jalur Gaza.
Mandat utama pasukan internasional ini bersifat non-tempur atau non-konfrontatif, yang akan difokuskan pada pemberian bantuan kemanusiaan, layanan medis, serta dukungan rekonstruksi fisik pascakonflik.
Sebagai wujud nyata dari komitmen kemanusiaan tersebut, Indonesia merencanakan pengiriman sebanyak 8.000 personel TNI untuk bergabung ke dalam barisan ISF.
Selain Indonesia, terdapat sejumlah perwakilan negara lain yang turut bergabung dalam pasukan stabilisasi ini, antara lain Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Merespons penunjukan ini, Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir langsung dalam forum tersebut kembali menegaskan komitmen penuh Indonesia untuk mendukung perdamaian berkelanjutan di Palestina.
“Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional guna memastikan perdamaian ini berhasil,” tegas Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa keikutsertaan aktif Indonesia dalam Board of Peace merupakan bagian dari komitmen jangka panjang negara untuk mendorong solusi damai yang permanen di Timur Tengah.
“Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Dewan Perdamaian,” ujarnya.
“Kami berkomitmen untuk mencapainya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” tutup Prabowo.
Laporan: Judirho | Editor: Kristoforus