Protes Perang Iran, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joseph Kent Mengundurkan Diri

pranusa.id March 18, 2026

USA vs Iran (Copyright: ©rolffimages )

WASHINGTON, PRANUSA.ID – Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat Joseph Kent mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (17/3/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap keterlibatan militer Amerika Serikat dalam perang di Iran.

Melalui surat pernyataan di platform media sosial X, Kent mengungkapkan beban moral terkait kebijakan luar negeri Washington. Ia menyatakan tidak lagi sanggup mengemban tanggung jawab di tengah eskalasi konflik yang dinilainya tidak memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat resminya.

Kent merupakan seorang veteran dengan rekam jejak 11 kali penugasan dalam operasi tempur. Ia berargumen bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kedaulatan Amerika Serikat.

Ia menyebut pusaran konflik bersenjata tersebut lebih banyak dipicu oleh tekanan eksternal dan agenda kelompok tertentu.

Sebagai seorang Gold Star husband yang kehilangan istrinya dalam pertempuran di masa lalu, Kent menyuarakan kekhawatiran terhadap keselamatan generasi muda militer Amerika.

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” tulisnya.

Dalam pernyataan tersebut, ia juga melontarkan kritik kepada pejabat Israel dan sejumlah tokoh media di Amerika Serikat. Kent menuduh pihak-pihak tersebut telah menyesatkan pemerintah dengan taktik serupa saat menyeret AS ke dalam perang Irak yang berujung pada hilangnya ribuan nyawa prajurit.

Secara khusus, Kent menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Donald Trump agar segera mengubah arah kebijakan militer di Timur Tengah.

“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan. Keputusan ada di tangan Anda,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Joseph Kent tersebut.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Paus Leo XIV Ingatkan AI Tidak Boleh Mengurangi Nilai Kemanusiaan
VATIKAN, PRANUSA.ID — Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Sedunia, Paus Leo…
KPK Ungkap Peran Guru Jadi Koordinator Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed, Tarif Hingga Rp500 Juta
JAKARTA, PRANUSA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya keterlibatan…
Atasi Bencana Karhutla Nasional, TNI Kerahkan 14.167 Prajurit Bantu Pemadaman di Lapangan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan dan mengerahkan…
Kapolri Listyo Sigit Amankan Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla di Kalimantan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal…
Dampak Karhutla di Kalbar: Lima Penerbangan dari Pontianak Delay, Satu Pesawat Dialihkan ke Batam
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan…