Siswi Prancis Akui Berbohong Soal Guru dan Kasus Kartun Nabi Muhammad

pranusa.id March 9, 2021

Warga Prancis membawa poster bergambar Samuel Paty, guru sekolah yang dipenggal karena kasus kartun Nabi Muhammad. (Foto / REUTERS)

PRANUSA.ID – Kasus guru di Prancis yang dipenggal teroris karena diduga menunjukkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar di kelas memasuki babak baru. 

Seorang siswi yang membuat laporan terkait guru dan kartun Nabi Muhammad tersebut mengaku telah berbohong dan membuat klaim palsu tentang korban.

Sebelumnya, siswi itu melapor bahwa gurunya, Samuel Paty, yang dipenggal oleh seorang ekstremis di jalan pada Oktober tahun lalu, meminta murid yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas ketika dia menunjukkan kartun tersebut.

Ayah siswi yang tak disebutkan namanya itu kemudian mengajukan pengaduan hukum dan memperkuat tuduhan tersebut secara online.

Protes orangtua siswi itu mengandung kebencian, dan jaksa menyebut ada hubungan langsung antara provokasi online dari orangtua itu dengan pemenggalan Paty.

Dari kampanye kebencian online itu yang kemudian mengarahkan seorang pengungsi Chechnya yang berusia 18 tahun melacak keberadaa Paty di kota Conflans-Sainte-Honourine, barat laut Paris, dan kemudian memenggalnya. 

Sementara itu, pihak pengacara mengatakan bahwa siswi itu berbohong karena tekanan sahabat.

“Dia terjebak dalam situasi spiral karena teman-teman sekelasnya memintanya menjadi juru bicara,” kata Pengacara siswi itu, Mbeko Tabula, kepada AFP yang dilansir Selasa (9/3/2021). 

Paty menunjukkan kartun tersebut — yang pertama kali diterbitkan di majalah Charlie Hebdo— selama mengajar tentang kewarganegaraan di mana para siswa memperdebatkan kebebasan berbicara dan penistaan ​​agama.

Anak sekolah yang sudah diancam akan dikeluarkan karena masalah disiplin, tidak ada di kelas ketika Paty mengajar.

Sejak saat itu, siswi yang mengajukan klaim palsu tentang Paty tersebut dituduh memfitnah, sementara ayahnya dan seorang pria lain — seorang pengkhotbah dan juru kampanye Islam — telah didakwa dengan tuduhan “terlibat dalam pembunuhan”.

Pemenggal Paty ditembak mati oleh polisi tak lama setelah serangan.

Surat kabar Parisien melaporkan bahwa kontak terakhir pelaku pemenggalan itu adalah dengan seseorang di Suriah yang merupakan anggota kelompok “jihadis”.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Bagas R

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Gaya Baru Periksa Gigi, OMDC Group Resmikan Klinik Berkonsep Supermarket di Gading Serpong
TANGERANG, PRANUSA.ID — OMDC Group kembali meluncurkan inovasi dalam industri…
BMKG Supadio Rilis Peringatan Dini Cuaca Kalbar 5-7 November: 12 Daerah Berpotensi Hujan Lebat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui…
Tambang Batu Bara Ilegal PT AKT, Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp17,7 Triliun
JAKARTA, PRANUSA.ID — Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan PT…
Usut Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Kapolri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto merespons…
Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi di Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu
JAKARTA, PRANUSA.ID — Momen menarik terjadi di Pengadilan Negeri (PN)…