Tolak Aturan Wajib Militer Baru, 45 Ribu Siswa di Jerman Gelar Aksi Mogok Massal

pranusa.id September 26, 2026

FOTO: Jerman

BERLIN, PRANUSA.ID — Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda Jerman setelah lebih dari 45.000 siswa turun ke jalan dan meninggalkan ruang kelas pada Jumat (25/9/2026).

Aksi mogok massal yang meluas di lebih dari 100 kota tersebut digelar guna menolak kebijakan pemeriksaan kesehatan paksa serta pemberlakuan undang-undang wajib militer baru oleh Kementerian Pertahanan Jerman.

Para pelajar mengecam langkah pemerintah yang mulai mengirimkan surat panggilan pemeriksaan fisik bagi pria berusia 18 tahun, termasuk kepada mereka yang telah menolak bergabung dengan angkatan bersenjata.

Siswa asal Kiel, Golo Krisch, mengungkapkan bahwa surat panggilan dari pihak militer sampai di kediamannya jauh lebih cepat dari jadwal yang dijanjikan pemerintah.

“Kami diberi tahu bahwa ini soal kesukarelaan, dan pemeriksaan kesehatan baru akan dilakukan pada 2027. Namun, saya sudah menerima surat panggilan di kotak surat saya setahun lebih awal,” ujar Krisch menegaskan penolakannya untuk masuk ke barak Bundeswehr.

Pengetatan aturan yang mulai berlaku sejak awal 2026 ini mewajibkan seluruh pria muda kelahiran 2008 ke atas untuk mengisi kuesioner kebugaran serta menjalani tes medis secara bertahap.

Meskipun otoritas mengklaim proses perekrutan masih bersifat sukarela, para demonstran menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengembalian sistem wajib militer secara terselubung.

Kebijakan kontroversial ini diambil Kementerian Pertahanan Jerman demi mengejar target NATO untuk menambah jumlah personel aktif menjadi 260.000 prajurit pada 2035.

Analis militer mengemukakan bahwa target perekrutan 20.000 personel baru setiap tahun mustahil tercapai tanpa mengandalkan skema wajib militer mengikat yang memicu penolakan luas dari generasi muda Jerman.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…