
ROMA – Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, secara tegas menyatakan bahwa Takhta Suci tidak akan berpartisipasi sebagai anggota dalam Board of Peace (BoP).
Pernyataan tersebut disampaikan Parolin di sela-sela pertemuan bilateral dengan pemerintah Italia yang berlangsung di Palazzo Borromeo, Roma, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah aspek kritis dalam pembentukan dewan tersebut yang masih menimbulkan keraguan dan pertanyaan bagi pihak Vatikan.
“Ada beberapa poin yang membuat kami agak ragu. Terdapat sejumlah aspek kritis yang masih memerlukan penjelasan,” kata Parolin kepada awak media.
Parolin menegaskan bahwa lembaga yang seharusnya memegang peran sentral dan utama dalam pengelolaan krisis internasional adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menilai pembentukan lembaga baru berpotensi menggeser peran vital yang seharusnya dijalankan oleh PBB dalam menjaga stabilitas dunia.
“Salah satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, yang seharusnya mengelola situasi krisis adalah PBB. Ini merupakan salah satu poin yang terus kami tekankan,” jelasnya.
Selain membahas isu BoP, Parolin juga menyoroti situasi konflik di Ukraina yang kini telah memasuki tahun keempat tanpa adanya tanda-tanda perdamaian yang signifikan.
“Mengenai Ukraina, terdapat pesimisme yang cukup besar. Di kedua pihak, kami tidak melihat adanya kemajuan nyata menuju perdamaian, dan sungguh tragis bahwa setelah empat tahun, kita masih berada pada titik ini,” pungkasnya.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya