Anies Baswedan Masih Populer di Medsos Meski Bukan Lagi Pejabat | Pranusa.ID

Anies Baswedan Masih Populer di Medsos Meski Bukan Lagi Pejabat


FOTO: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Dok. Ayo Jakarta).

Nama Anies Baswedan masih populer di media online dan media sosial meski ia telah lengser sebagai gubernur DKI Jakarta sejak 16 Oktober 2022. Hal ini tergambar dalam survei Drone Emprit yang digelar pada 17-23 Oktober 2022.

Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengatakan perbincangan seputar Anies mencapai puncaknya pada 16 Oktober dengan 86.404 mentions di semua kanal media sosial.

Sementara sejak 17 hingga 23 Oktober nama Anies Baswedan masih tinggi diperbincangkan di media sosial dan menjadi tren meski tak lagi menjadi pejabat publik. Rata-rata per hari ada 49 ribu mentions terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu..

“Dari tren tersebut, volume percakapan harian belum banyak berubah antara sebelum dan sesudah lengser,” Kata Ismail Fahmi dalam laman twitternya, Rabu, 26 Oktober 2022.

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit, sepanjang Oktober 2022, sentimen pemberitaan tentang Anies di media online: 58 persen positif, 38 persen netral, dan 4 persen negatif. Adapun di media sosial: 74 persen positif, 7 persen netral, dan 19 persen negatif.

Sementara berita di media massa banyak menyoroti soal perpisahan Anies di balai kota dan deklarasi Relawan Go-Anies. “Kemeriahan warga melepas Anies untuk selanjutnya fokus pada pencapresan cukup ramai dinarasikan,” kata dia.

Kemudian, menurut Ismail, peta perbincangan media sosial tentang Anies terbagi menjadi dua klaster, yaitu yang pro dan yang kontra terhadap Anies.

Ada beberapa kontra terhadap Anies, salah satunya ketika normalisasi kali Ciliwung dilanjutjan Heru Budi membuat Anies dicibir. “Gelar palsu ‘Bapak Toleransi’ buat Anies, pengganti Anies (Heru), tak seperti Anies, dan Anies rampung bertugas, kontra terhadap Anis merayakannya,” tuturnya.

Warganet kontra Anies terdeteksi fokus pada kerja-kerja awal Pj Gubernur Heru Budi Hartono yang dikontraskan dengan kebijakan Anies selama menjabat, seperti dibukanya kembali fasilitas pengaduan warga di balai kota.

Sedangkan netizen pro Anies Baswedan, kata Ismail Fahmi, cenderung mengglorifikasi pencapresan Anies, menggaungkan prestasi, kinerja, serta gemuruh dukungan terhadapnya.

Sumber: TEMPO.CO

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top