
ACEH TIMUR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur tanpa henti selama dua hari terakhir memicu banjir susulan yang semakin meluas di Kabupaten Aceh Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa genangan air kini merendam 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, mengonfirmasi bahwa eskalasi bencana ini terjadi cukup cepat. Pada laporan awal, banjir hanya terdeteksi di lima kecamatan, namun kondisi cuaca ekstrem sejak Rabu (7/1/2026) malam memperburuk situasi.
“Sebelumnya, banjir terjadi di lima kecamatan, tetapi kini meluas hingga 10 kecamatan. Banjir susulan ini akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (7/1) malam. Sejumlah gampong kembali tergenang, bahkan ada yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan,” ujar Afifullah, Kamis (8/1/2026).
Wilayah terdampak kini meliputi Kecamatan Simpang Ulim, Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Madat, Julok, Bireum Bayeun, Rantau Pereulak, Sungai Raya, dan Rantau Selamat. Data sementara menunjukkan sebanyak 5.032 jiwa dari 1.191 keluarga terdampak langsung oleh musibah ini.
Sebagian besar warga, yakni sekitar 4.902 jiwa, masih memilih bertahan di rumah mereka. Namun, sebanyak 130 warga dari 40 keluarga terpaksa dievakuasi ke tiga titik pengungsian yang lebih aman karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk dihuni.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, unsur Muspika, aparatur desa, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan dan menyalurkan bantuan.
“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, luka-luka, maupun warga hilang akibat banjir tersebut. Namun demikian, tim BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” tegas Afifullah.
BPBD Aceh Timur terus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir, untuk waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air dan segera mengungsi jika diinstruksikan oleh petugas.
“Data bencana banjir susulan terus kami perbarui. Kami berharap kondisi segera membaik dan air dapat surut secepatnya. Kami terus mengingatkan masyarakat mewaspadai banjir susulan,” tutupnya.
Laporan: Severinus | Editor: Arya