BPBD Catat 1.470 Kejadian Karhutla di Kaltim, Luas Lahan Terbakar Tembus 6.333 Hektare

pranusa.id September 23, 2026

Petugas berjuang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)

BALIKPAPAN, PRANUSA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat sebanyak 1.470 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kaltim sepanjang tahun 2026.

Total luas area yang terdampak amukan jago merah di provinsi tersebut kini telah mencapai 6.333 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi mengutarakan bahwa lonjakan kasus karhutla terjadi akibat imbas fenomena El Nino dan musim kemarau panjang.

“Kalau kita lihat, sampai dengan kemarin sudah mencapai 1.470 titik kejadian kebakaran, bukan lagi hotspot. Luasannya mencapai 6.333 hektare,” ujar Buyung Dodi dalam keterangan resminya, Selasa (22/8/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi daerah, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luasan kebakaran mencapai 2.026,02 hektare dari 263 kejadian.

Disusul Kabupaten Kutai Barat dengan luas terbakar 1.126,76 hektare, Kabupaten Paser setinggi 1.105,75 hektare, serta Kabupaten Berau seluas 820,31 hektare.

Dari segi klasifikasi area, mayoritas amukan api menghanguskan kawasan lahan non-hutan seluas 4.511,50 hektare, kawasan hutan 1.726,20 hektare, dan area perkebunan 38,50 hektare.

Buyung menerangkan bahwa suhu ekstrem membuat vegetasi di permukaan tanah menjadi sangat kering dan rentan tersulut api.

“Kondisi kemarau dengan El Nino menyebabkan vegetasi di bawah menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Dampaknya bukan hanya kebakaran, tetapi juga muncul gangguan asap dan ancaman terhadap sektor pertanian,” jelas Buyung.

BPBD Kaltim turut mencatat peningkatan tren titik panas (hotspot) pada September 2026 yang menembus angka 25.576 titik pemantauan.

Mengingat minimnya curah hujan, Buyung memperingatkan ancaman paparan kabut asap yang dapat melumpuhkan sektor-sektor vital masyarakat.

“Dampak asap ini multidimensi. Tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu penerbangan, aktivitas pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Buyung.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Gugat Keabsahan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Pemohon Minta Presiden Prabowo Usul Dua Nama Cawapres Baru
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan terkait…
Pria Bawa Golok yang Bubarkan Ibadah GKPI di Tangerang Akhirnya Minta Maaf
TANGERANG, PRANUSA.ID — Pria bergolok yang sempat membubarkan paksa kegiatan…
Klarifikasi Soal Sindiran “Pakar Gobl*k”, Natalius Pigai: Yang Dimaksud Prabowo adalah Pakar yang Merangkap Buzzer
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Buka Program Dasa Cita di TTU, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi Tenun NTT
TIMOR TENGAH UTARA, PRANUSA.ID — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)…
Sempat Dipenjara karena Kasus Ijazah Jokowi, Gus Nur Ajukan Gugatan Rp4,2 Miliar ke Negara
SOLO, PRANUSA.ID — Mantan terpidana kasus penyebaran berita bohong dan…