Denny: Yang Teriak Turunkan Jokowi Itu Rakyat Malas, Bukan Rakyat Kecil!

pranusa.id July 23, 2021

Denny Siregar. (Foto: Ari Saputra/detik.com)

PRANUSA.ID — Pegiat media sosial Denny Siregar menyatakan bahwa pihak-pihak yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya merupakan rakyat pemalas dan bukan rakyat kecil.

“Yang teriak turunkan Jokowi itu rakyat malas, bukan rakyat kecil,” kata dia melalui cuitannya di akun Twitter @Dennysiregar7 seperti dikutip Pranusa.ID, Jumat (23/7).

Menurutnya, aksi unjuk rasa yang mendesak Jokowi turun dari jabatannya telah terjadi sejak dulu, namun tidak pernah berhasil.

“Sekarang mau atasnamakan rakyat kecil segala. Rakyat kecil gapapa, mereka paham kok. Mereka emang kecekek, tapi bentar lagi semua longgar,” tutur Denny.

Dalam cuitan terbaru, ia juga mengatakan ada kecenderungan ketika rakyat yang malas merasa lapar malah menginginkan Jokowi turun dari jabatan presiden RI.

“Padahal Presiden udah ganti berkali-kali mereka tetap begitu aja. Mereka laper karena malas. Cuman gak mau ngaku aja,” tulisnya.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Presiden Prabowo Ancam Cabut Hak Guna Usaha Korporasi yang Terbukti Terlibat Karhutla
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran Kepolisian Negara…
Menkeu Purbaya Tunggu Hitungan BNPB untuk Tambahan Anggaran Mitigasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu…
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…