Dorong Pemuda Papua Jadi ‘Petarung’, Pigai: Jangan Terjebak Zona Nyaman PNS

pranusa.id November 14, 2025

Natalius Pigai. (Ari Saputra/detikcom)

YOGYAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengajak generasi muda Papua untuk membangun mentalitas petarung dan tidak berpuas diri dalam zona nyaman sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia menekankan bahwa Indonesia adalah “permainan terbuka” bagi siapa pun yang berani berjuang.

Pernyataan tersebut disampaikan Natalius Pigai di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Pigai, mantan Komisioner Komnas HAM, menceritakan perjalanan hidupnya sebagai bukti keterbukaan peluang di Ibu Kota.

“Dulu saya bayangkan, saya orang Papua yang miskin dan minoritas, tidak akan jadi penguasa. Nyatanya saya bisa jadi menteri, berarti Indonesia itu permainan terbuka,” ujar Natalius Pigai.

Kritik Terhadap Zona Nyaman PNS

Ia mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak anak muda Papua yang semangat juangnya menurun drastis setelah diterima menjadi PNS. Semangat yang “menggas” saat di bangku kuliah, seringkali meredup saat kembali ke Papua.

“Pulang ke Papua, di sini semangat, gas. Tapi begitu jadi pegawai negeri sipil, gas-nya mulai turun, sayang,” kritik Pigai.

Ia menegaskan bahwa untuk bersaing di tengah keterbukaan nasional, fondasi utama yang dibutuhkan adalah moralitas, mentalitas, dan kualitas, bukan hanya kemampuan akademik. “Produk dari sini yang harus dipicu adalah mental petarung. Karena Indonesia itu halaman terbuka, lapangan terbuka,” tegasnya.

Pigai membagikan pengalaman pribadinya saat memilih mundur dari jabatan sebagai PNS di Kementerian Tenaga Kerja setelah 15 tahun mengabdi. Keputusan itu diambil karena ia menolak berkompromi dengan praktik setoran dan perilaku birokrasi yang melanggar moralitas.

“Saya enggak tahu cara ambil uang, karena pemimpin minta saya uang. Kalau begini, saya akan jadi miskin, akhirnya saya mundur,” kenangnya.

Ia meyakini bahwa keputusan mundur itu justru membuka ruang perjuangan yang lebih luas, menegaskan bahwa sumber daya Indonesia sangat besar dan ia tidak akan jatuh miskin.

Pigai menutup pesannya dengan menekankan pentingnya integritas. Ia mengaku tidak pernah meminta-minta jabatan, bahkan saat dipercaya memimpin Kementerian HAM.

“Jangan minta-minta, jadilah petarung yang benar. Saya tidak pernah minta jabatan, tidak pernah ajukan CV, saya berjuang 15 tahun, pagi, siang, sore,” tutupnya.

Ia berharap pemuda Papua terus menjaga semangat juang dan menjadi agen perubahan di tanah kelahiran.

Laporan: Marsianus | Editor: Kristoforus

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…