Dorong Produktivitas Pertanian, Jokowi Resmikan Penanganan 5 Ruas Jalan Daerah di Gorontalo

pranusa.id April 24, 2024

FOTO: Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Laporan: Srilinus Lino | Editor: Bagas R.

PRANUSA.ID-– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kehadiran konektivitas jalan memiliki peran penting untuk meningkatkan produktivitas di daerah, terutama dalam mengangkut hasil pertanian seperti jagung dan kelapa yang menjadi komoditas unggulan Provinsi Gorontalo.

Hal tersebut ia sampaikan saat meresmikan 5 ruas jalan daerah di Provinsi Gorontalo yang ditangani melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Jokowi di ruas Simpang 3 Trans Polohingo – Langge di Kabupaten Boalemo, Senin (22/4/2024).

“Kalau tidak ada jalan mau dibawa kemana? Oleh sebab itu jalan sangat penting untuk menaikkan produktivitas. Sehingga sekali lagi hasil-hasil produksi nanti lebih kompetitif, bersaing, dan bisa dibawa ke tempat tujuan,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penanganan jalan daerah sepanjang 46,1 km sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kemantapan jalan daerah dan konektivitas yang terpadu dengan sistem jaringan jalan nasional, sehingga komoditas yang diangkut langsung terdistribusi ke wilayah tujuan.

“Di Provinsi Gorontalo pada tahun ini telah diberikan Rp161 miliar untuk lima ruas jalan di tiga kabupaten,” ujar Presiden Jokowi.

Adapun 5 ruas jalan daerah yang ditangani melalui IJD adalah  Simpang 3 Trans Polohingo – Langge di Kabupaten Boalemo sepanjang 7 km dengan anggaran sebesar Rp44,3 miliar. Kemudian Ruas Molingkapoto-Simpang Kwandang/Bypass Moluo-Malingkapoto di Kabupaten Gorontalo Utara sepanjang 4,4 km dengan biaya Rp49,3 miliar.

Selanjutnya 3 ruas di Kabupaten Gorontalo yakni Jalan Pongongaila-Tumba Ayumolingo 4,4 km dengan biaya Rp16 miliar, Jalan Runi Hemeto (Pongongaila – Buhu) 4,2 km dengan biaya Rp16,1 miliar, dan Jalan Mulyonegoro-Karya Mukti sepanjang 18,3 km dengan biaya Rp27,1 miliar.

“Melalui IJD, jalan-jalan daerah yang rusak diperbaiki melalui bantuan pusat,  diutamakan jalan penghubung kawasan produksi dan industri, dengan outlet dan pasarnya” kata Menteri Basuki.

Hadir mendampingi Menteri Basuki, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Ditjen Bina Marga, Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Agung Sutarjo.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…