Drainase Buntu, Puskesmas Maukaro Ende Terendam Banjir Sampah dan Nakes Terpaksa Mengungsi

pranusa.id March 8, 2026

FOTO: Kondisi banjir di Puskesmas Maukaro Ende

ENDE – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, mengakibatkan area fasilitas kesehatan Puskesmas Maukaro terendam banjir sejak Jumat (6/3/2026) dini hari.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat fasilitas layanan masyarakat itu berubah wujud layaknya kolam tumpukan sampah yang memicu bau tidak sedap.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian pada Sabtu (7/3/2026), hamparan sampah tampak memenuhi permukaan genangan air yang merendam halaman puskesmas.

Banjir kotor tersebut juga merendam sejumlah rumah dinas para tenaga kesehatan (nakes) serta menyasar area pelayanan kesehatan utama.

Genangan air itu dilaporkan tidak kunjung surut meski telah bertahan selama kurang lebih 48 jam di area fasilitas kesehatan tersebut.

Akibat kondisi ini, para dokter dan tenaga kesehatan terpaksa mengungsi dari rumah dinas mereka yang kemasukan air kotor.

Para tenaga medis tersebut akhirnya memilih untuk menggunakan ruang-ruang pelayanan puskesmas yang lebih aman sebagai tempat beristirahat untuk sementara waktu.

Kepala Puskesmas Maukaro, Darius Roga, menjelaskan bahwa bencana banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta buruknya sistem drainase di sekitar lokasi bangunan.

“Hujan sejak pagi sampai malam, sehingga air tergenang dan sistem drainase tidak berfungsi karena saluran ditutup. Lalu, di belakang puskesmas juga ada kali mati dan posisinya lebih tinggi dari puskesmas,” beber Darius.

Menurut keterangan Darius, kejadian banjir ini sebenarnya sudah sering berulang setiap kali musim hujan tiba, namun insiden kali ini membawa dampak terburuk bagi pelayanan.

“Kalau hujan pasti ada genangan air. Kali ini yang paling parah, dokter dan para tenaga kesehatan semuanya mengungsi ke ruang puskesmas. Kemudian, dari sisi pelayanan juga ikut terganggu karena beberapa ruangan tidak bisa dipakai, yaitu Poli TB, Poli Gizi, dan Lab Kesling karena air tergenang dan tinggi airnya kurang lebih 30 cm,” terangnya.

Atas musibah tersebut, pihak puskesmas sangat berharap agar bencana serupa tidak terus berulang dan meminta adanya perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah membuka akses drainase karena jalur buntu. Pada tahun 2021 kejadian seperti ini juga terjadi dan ada tim dari Dinas PU yang meninjau, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut,” pungkas Darius.

Laporan: Marsianus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
PBNU dan ICMI: Indonesia Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace Bentukan AS
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya…
Menhut Raja Juli Sebut Menjaga Hutan sebagai Amanah Agama
LOMBOK TIMUR – Menteri Kehutanan (Menhut) sekaligus Sekretaris Jenderal Partai…
Jalan Penghubung Putus Total Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ende Turun Tangan Tinjau Maukaro
ENDE – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir…
DPD PDIP Kalbar Siap Sanksi Kader yang Cari Keuntungan di Program MBG
PONTIANAK – Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia…
Kampanye Penghentian Perdagangan Daging Anjing di NTT Berhasil Tutup Dua Tempat Usaha
KUPANG – Upaya bersama untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40