Menhut Raja Juli Sebut Menjaga Hutan sebagai Amanah Agama

pranusa.id March 8, 2026

FOTO: Raja Juli Antoni

LOMBOK TIMUR – Menteri Kehutanan (Menhut) sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 Nahdlatul Wathan di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa tugasnya sebagai menteri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar urusan pemerintahan. Ia menilai tugas tersebut juga mencakup tanggung jawab moral dan keagamaan untuk menjaga kelestarian alam.

“Saya sebagai santri menjalankan amanah sebagai Menteri Kehutanan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu tidak hanya menjalankan persoalan-persoalan kehutanan ini berkaitan dengan urusan duniawi saja,” tegasnya.

Alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut tersebut menjelaskan bahwa salah satu amanah utamanya adalah memperbaiki tata kelola kehutanan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui program prioritas pemerintah, yakni perhutanan sosial.

Menurut Raja Juli, Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus agar perbaikan tata kelola hutan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Pak Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya untuk memperbaiki tata kelola kehutanan kita, termasuk di antaranya barusan saya menyerahkan sertifikat atau SK Perhutanan Sosial kepada kelompok tani di Lombok Timur ini untuk meningkatkan para petani hutan kita,” bebernya.

Raja Juli menilai beban tugas tersebut tidak terbatas pada urusan birokrasi negara. Sebagai seorang santri, ia meyakini bahwa amanah itu merupakan kehendak Tuhan yang dititipkan melalui kepemimpinan presiden.

Ia meyakini bahwa Tuhan menciptakan bumi beserta seluruh ekosistemnya dalam kondisi seimbang yang wajib dijaga oleh manusia. Segala bentuk tindakan merusak kelestarian alam secara otomatis dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Jauh dari persoalan duniawi tersebut, saya meyakini sebagai santri bahwa amanah yang diberikan oleh Allah melalui tangan Pak Presiden Prabowo ini juga terkait dengan urusan agama kita,” ungkapnya.

Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap regulasi yang diterbitkan tidak akan berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Berbagai kebijakan tersebut diharapkan justru mampu menjaga kelestarian hutan dan kekayaan alam Indonesia.

“Dulu sekali saya diajarkan kiai saya di pesantren bahwa Allah menciptakan bumi kita ini dengan segala ekosistemnya. Oleh karena itu, Allah melarang kita merusak keseimbangan alam kita, merusak hutan kita,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…
Di Rapat Komisi XIII DPR, Kalapas Cibinong Mengaku Perintahkan Bersihkan Fasilitas Mewah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu…
Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Pontianak Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak…
PSI Siapkan Jabatan Ketua Dewan Pembina untuk Jokowi
BANDUNG, PRANUSA.ID — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan mantan Presiden…
Buntut Temuan Kluster Rumah Mewah Napi, Kalapas Cibinong dan Empat Anak Buahnya Dinonaktifkan
BOGOR, PRANUSA.ID — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi mencopot Jabatan…