
TEHERAN – Jajaran komandan tinggi militer Iran menyatakan kesiapan penuh angkatan bersenjatanya untuk mempertahankan kedaulatan negara hingga “titik darah penghabisan”.
Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran Teheran terhadap potensi serangan militer dari Amerika Serikat (AS) yang kian memanaskan situasi geopolitik kawasan.
Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Ali Jahanshahi, menyerukan pentingnya soliditas internal sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman eksternal.
“Persatuan di antara angkatan bersenjata adalah kunci untuk menggagalkan musuh dalam situasi krisis,” kata Jahanshahi sebagaimana dikutip dari kantor berita Fars, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, seluruh elemen militer harus bergerak dalam satu komando yang utuh agar pihak lawan merasa gentar dan tidak berdaya.
Jahanshahi memastikan bahwa pasukannya akan berdiri bahu-membahu dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menangkal segala bentuk agresi asing.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menegaskan bahwa sinergi antar-matra selama ini terbukti ampuh mematahkan berbagai rencana musuh.
“Sinergi yang ada di antara angkatan bersenjata merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diperkuat dengan sungguh-sungguh,” ujar Karami.
Ketegangan antara Teheran dan Washington dilaporkan semakin meruncing sejak akhir tahun lalu, diperparah dengan sanksi ekonomi dan tuduhan intervensi AS dalam kerusuhan domestik di Iran.
Laporan media Israel bahkan menyebutkan bahwa AS terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, sebuah langkah yang dibaca Iran sebagai sinyal persiapan serangan.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya