Harun Masiku Tidak Terdaftar di Situs Interpol, Begini Penjelasan KPK


Harun Masiku, Caleg PDIP yang jadi buronan kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

PRANUSA.ID– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara terkait kabar nama mantan caleg PDIP Harun Masiku yang tidak tercantum dalam situs resmi National Central Bureau (NCB) Interpol setelah diterbitkannya red notice.

“KPK sudah berkoordinasi dan bertanya terkait ini. Bagaimana kemudian tidak ada di sana (situs Interpol),” ujar Plt Jubir Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Minggu (08/08/2021).

Ali menjelaskan, nama buronan-buronan internasional biasanya tercantum dalam situs Interpol. Namun, itu berdasarkan permintaan negara lain.

“Kalau ada permintaan dari negara lain memang dicantumkan. Kalau dari permintaan dalam negeri Indonesia sendiri, itu tidak dicantumkan, tetapi bisa diakses oleh seluruh anggota Interpol terkait itu,” jelasnya.

Meskipun nama buronan kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 itu tidak tercantum, Ali menegaskan hal itu tidak akan mengurangi upaya proses pencarian.

“Perlu kami sampaikan, walaupun kemudian tidak dipublikasikan data red notice tadi, tetap dapat diakses oleh anggota Interpol maupun penegak hukum melalui sistem jaringan Interpol,” kata Ali.

“Jadi, tidak terpublikasinya dalam website tentu tidak mengurangi upaya pencarian buronan tersebut karena negara-negara lain masih bisa mengaksesnya,” sambungnya

Sebagai informasi, Harun Masiku sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Suap dilakukan guna kepentingan Pergantian Antarwaktu (PAW) dari anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) 1 Riezky Aprilia, kepada Harun. Selain itu, suap dilakukan guna menggantikan anggota DPR PDIP terpilih Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top