
ENDE – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir bandang kembali melumpuhkan infrastruktur di wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende.
Bencana alam yang terjadi sejak Kamis malam tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung putus total di Dusun Bhengge, Desa Kebirangga Tengah, pada Jumat (6/3/2026) dini hari.
Merespons krisis infrastruktur tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai Golkar, Carlos Ronaldo C. Sara, langsung turun ke lokasi kejadian.
Peninjauan akses jalan penghubung antara Desa Kebirangga Tengah dan Desa Kebirangga Selatan itu turut didampingi oleh Koordinator Pengawas PPK 4.2 Provinsi NTT, Lucky Tahalele.
Carlos memaparkan bahwa putusnya akses jalan darat tersebut berdampak sangat fatal bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat setempat.
Lumpuhnya infrastruktur itu secara otomatis memutus akses utama warga menuju berbagai fasilitas kesehatan dan pusat perputaran ekonomi di kota kecamatan.
“Situasi ini harus segera diatasi karena dapat memberikan dampak serius bagi masyarakat, khususnya akses ekonomi dan akses kesehatan menuju pusat kota kecamatan. Sebab, jalan itu satu-satunya yang dilewati, khususnya oleh masyarakat Desa Kebirangga Selatan dan Desa Boafeo menuju kota kecamatan,” terang Carlos.
Pemerintah daerah dituntut untuk memberikan respons cepat dan menaruh perhatian serius di Kecamatan Maukaro agar roda kehidupan masyarakat tidak mati total.
“Di Kecamatan Maukaro, jalur Boafeo menuju kota kecamatan dalam kondisi rusak berat, ditambah lagi dengan putusnya jalan ini makin mempersulit akses masyarakat. Ini merupakan hantaman bagi pemerintah bahwa harus sesegera mungkin memperhatikan akses jalan ini,” tegasnya.
Carlos menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam dan telah mengambil inisiatif untuk berkoordinasi langsung dengan sejumlah pihak terkait guna mencari solusi taktis.
“Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk segera membuat laporan kejadian kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ende dengan tembusan ke bupati. Harapannya agar pemerintah segera meninjau lokasi dan menurunkan ekskavator untuk membuka jalan alternatif agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” beber Carlos.
Sebagai representasi suara rakyat, ia juga berkomitmen penuh untuk terus mengawal proses penanganan hingga akses jalan darurat berhasil dibuka kembali.
“Saya akan terus mengawal perkembangan situasi kondisi jalan yang putus, dan saya berharap BPBD harus sigap melakukan tanggap darurat bencana,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Pengawas Lapangan PPK 4.2 Provinsi NTT, Lucky Tahalele, menjelaskan bahwa inspeksi lokasi ini merupakan tahapan awal dari proses penanganan terpadu.
“Kami dari Kementerian PU sebenarnya tanggung jawab kami adalah jalan nasional dan ini merupakan jalan kabupaten. Berhubung atas perintah atasan untuk mengecek keadaan, maka kami selaku Kementerian PU, khususnya Bidang Bina Marga bagian jalan, akan membuat laporan kepada pimpinan untuk langkah awal,” jelas Lucky.
Lucky menaruh harapan besar agar hasil laporan pantauan lapangan ini bisa mendapatkan atensi khusus dari pimpinan pusat agar segera dicarikan jalan keluarnya.
“Mudah-mudahan ada diskusi dari atasan untuk penanganan. Jadi, hari ini kami baru meninjau dan buat laporan dulu ke atasan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Kebirangga Tengah, Emanuel Wawo, mewakili warganya sangat memohon agar pemerintah kabupaten segera memperbaiki akses vital tersebut.
“Kami berharap agar pemerintah menindaklanjuti kondisi jalan yang putus ini. Selain jalur penghubung antardesa menuju kota kecamatan, jalan ini juga sebagai jalur alternatif dari Kecamatan Maukaro ke Kecamatan Ende,” tutur Emanuel menyuarakan aspirasi desanya.
Senada dengan hal tersebut, seorang warga Desa Kebirangga Tengah bernama Dominikus Kako menjelaskan betapa mendesaknya kondisi mereka saat ini.
“Kondisi jalan sudah putus total dan kami sebagai warga masyarakat berinisiatif membuat jembatan darurat menggunakan bambu agar bisa lewat sambil menunggu perhatian pemerintah,” ungkap Dominikus.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya