Jelang Idulfitri 1447 H, Ketua DPD RI Serukan Semua Pihak Tahan Diri dari Konflik Global

pranusa.id March 19, 2026

FOTO: Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin

JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta seluruh pihak yang terlibat dalam eskalasi konflik global untuk segera menahan diri. Imbauan perdamaian ini diserukan guna mencegah terganggunya stabilitas kawasan, khususnya di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

Sultan menilai dinamika geopolitik saat ini turut bersinggungan dengan sensitivitas umat Islam. Hal tersebut dikarenakan umat Islam di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah pada bulan Ramadan dan bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idulfitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah, kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (19/3/2026).

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki kewajiban moral. Tanggung jawab tersebut adalah mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di tingkat global.

“Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” papar Sultan.

Selain menyoroti aspek militer, Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu juga membedah karakter asimetris dari konflik yang tengah berlangsung. Perseteruan tersebut diketahui ikut merambah ke ranah persebaran arus informasi di ruang publik.

“Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tetapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas, jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan,” katanya.

Sultan mengingatkan masyarakat untuk tetap selektif dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar. Kewaspadaan ini dinilai penting pada era digital dan kecerdasan buatan yang memicu persebaran disinformasi secara masif serta cepat.

“Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi kepada sejumlah negara yang telah memilih langkah untuk menahan diri dan tidak memperluas konflik. Keputusan tersebut dipandang sebagai sebuah tahapan krusial menuju proses deeskalasi.

“Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian,” ujarnya.

Sultan pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan umat muslim di berbagai belahan dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah. Ketenangan dan semangat persaudaraan diharapkan dapat terus terjaga hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tiba.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” pungkasnya.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Di Rapat Komisi XIII DPR, Kalapas Cibinong Mengaku Perintahkan Bersihkan Fasilitas Mewah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu…
Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Pontianak Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak…
PSI Siapkan Jabatan Ketua Dewan Pembina untuk Jokowi
BANDUNG, PRANUSA.ID — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan mantan Presiden…
Buntut Temuan Kluster Rumah Mewah Napi, Kalapas Cibinong dan Empat Anak Buahnya Dinonaktifkan
BOGOR, PRANUSA.ID — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi mencopot Jabatan…
Survei INES: Kepuasan Publik pada Prabowo Capai 79,3 Persen, Sektor Ekonomi Jadi Catatan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Lembaga Indonesia Network Election Survey (INES) merilis…