
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemanggilan kembali Elkan Baggott ke dalam daftar pemain Tim Nasional Indonesia untuk turnamen FIFA Series 2026 berhasil menyita perhatian publik pencinta sepak bola Tanah Air.
Pemain bertahan berpostur jangkung tersebut kini kembali memperkuat barisan pertahanan skuad Garuda setelah melewati masa absen yang cukup panjang.
Penggawa klub Ipswich Town itu tercatat terakhir kali berseragam merah putih saat timnas menelan kekalahan dari Australia pada babak 16 besar Piala Asia 2024 silam.
Rentetan masalah cedera serta adanya perombakan susunan pemain sempat membuat nama sang bek tengah tercoret dari pemanggilan tim nasional.
Transisi kepemimpinan di kursi pelatih utama dari Shin Tae-yong kepada John Herdman akhirnya kembali memberikan ruang bagi Baggott untuk masuk ke dalam tim.
Ia membagikan pengalaman serta kesan barunya saat mengikuti sesi jumpa pers di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Perbedaan terbesar ada di standar dan kualitas pemain, di mana sekarang banyak yang bermain di liga top, dan itu membawa standar baru ke tim,” terangnya saat diwawancarai pasca Konferensi Pers FIFA Series, pada Kamis (26/3/2026).
Peningkatan kualitas tersebut diklaim tidak sekadar berpusat pada aspek teknis permainan melainkan turut memengaruhi suasana internal para penggawa.
Dirinya merasakan hadirnya dinamika kelompok yang jauh lebih positif khususnya pada aspek kekompakan serta motivasi secara keseluruhan.
“Kebersamaan dan energi tim terasa lebih kuat, dan ada mentalitas baru yang dibawa oleh pelatih,” tambahnya.
Skuad Merah Putih memiliki jadwal pertandingan melawan tim nasional Saint Kitts dan Nevis di wilayah Jakarta pada tanggal 27 Maret 2026.
Kompetisi ini juga turut menyajikan laga antara tim nasional Bulgaria melawan Kepulauan Solomon sebelum memasuki babak penentuan peringkat terakhir.
Kehadiran kembali Baggott di barisan pertahanan ini dinilai merepresentasikan adanya transisi visi dari manajemen tim nasional Indonesia.
Bergabungnya sejumlah nama dengan rekam jejak di kompetisi internasional dipercaya telah mengubah target internal tim menjadi jauh lebih kompetitif.
Turnamen pemanasan ini menjadi wadah pembuktian bagi sang pemain bertahan untuk kembali menunjukkan kapasitas terbaiknya di atas lapangan.
Ia juga memikul tugas untuk menjawab ekspektasi besar para pendukung timnas yang sangat mendambakan konsistensi serta soliditas di area pertahanan.
Laporan: Judirho | Editor: Arya