Luhut Urus Minyak Goreng, Jokowi Tidak Percaya Menteri yang Lain?

pranusa.id May 26, 2022

FOTO:.Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Reuters/Darren Whiteside)

PRANUSA.ID– Direktur Eksekutif Indonesian Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan tanggung jawab urusan minyak goreng kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sangat tidak tepat. Hal itu, menurutnya, akan memunculkan kesombongan dan bisa terjadi penyimpangan-penyimpangan atau abuse of power.

“Kan menteri itu sudah ada job-jobnya, sudah ada pos-posnya. Masa iya semua job dan semua pos diberikan ke Luhut semua,” ujar Ujang saat dilansir dari Alinea.id, Rabu (25/5).

Ujang menilai, keputusan Jokowi tersebut bisa saja merupakan bentuk kepercayaan pada Luhut. Namun, di saat yang sama sebagai bentuk ketidakpercayaan pada menteri-menteri lain.

Mestinya, kata Ujang, Jokowi tak memberikan kepercayaan berlebihan ke Luhut karena menumpuk satu jabatan dalam diri seorang itu tak bagus. Selain itu, masih banyak menteri lain atau juga anak bangsa yang hebat di Tanah Air untuk dapat menangani kisruh migor.

“Sebaiknya urusan minyak goreng itu berikan ke Menko Ekonomi. Bukan Menko Marves. Mestinya dikasih ke menteri lain lah. Tetapi sudah tak mungkin. Karena itu sudah keinginan Jokowi dan sekaligus juga keinginan Luhut,” kata dia.

Sebelumnya, juga ada Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, penunjukan Luhut mengindikasikan adanya permasalahan yang sangat serius di kabinet.

Herzaky menegaskan, terkait tiap permasalahan besar yang muncul, Jokowi selalu menyerahkannya kepada Luhut untuk menanganinya. Dia berpendapat, Jokowi sepertinya memiliki ketergantungan amat tinggi dengan Luhut.

“Setelah sebelumnya digelari menteri segala urusan, bisa-bisa sekarang dianggap Menko Minyak Goreng, saking mendesaknya masalah minyak goreng ini untuk ditangani, karena sudah berlarut-larut hampir setengah tahun tanpa ada solusi yang memadai,” kata Herzaky, Rabu.

Herzaky menilai, penunjukan Luhut juga bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam kabinet. Terkesan ada menteri-menteri yang mendapat begitu banyak penugasan, dan ada yang seakan-akan dipinggirkan.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…