Pakai Rumus Matematika, Dokter Tifa: Kemiripan Foto Jokowi di Ijazah Kurang dari 1 Persen

pranusa.id January 10, 2026

Foto: Jokowi dan Ijazah (Dok. net/setpres)

JAKARTA— Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dokter Tifa membeberkan pendekatan matematis yang ia gunakan dalam meneliti polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menegaskan, analisis tersebut berangkat dari latar belakang keilmuannya sebagai seorang epidemiolog.

Dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (8/1/2026), dokter Tifa menjelaskan bahwa epidemiologi tidak bisa dilepaskan dari matematika, terutama dalam membaca prediksi, probabilitas, hingga ketepatan diagnosis.

“Saya itu basicnya seorang epidemiologist, ahli epidemiologi, yang matematikanya adalah matematika kedokteran. Mengukur prediksi, probability, prognosis, ketepatan diagnosis, semua itu pakainya matematika,” ujar dokter Tifa.

Presentasi Foto yang Berujung Laporan Polisi

Dokter Tifa juga menyinggung alasan dirinya dilaporkan ke polisi, yang menurutnya berkaitan dengan pemaparan analisis foto Jokowi di sebuah forum publik.

“Itu juga yang membuat saya dilaporkan ke polisi. Tanggal 4 Mei, saya diundang di acara Rakyat Bersuara. Di situ saya presentasi bagaimana cara mengkomparasi foto, masih dalam konteks ilmu anatomi, fisiologi, dan behaviour, yang merupakan kompetensi dasar seorang dokter,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa analisis tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menggunakan pendekatan ilmiah yang terukur.

Menurut dokter Tifa, dalam matematika terdapat tingkatan analisis lanjutan yang memungkinkan komparasi dua foto dilakukan secara objektif melalui formula tertentu.

Ia menyebut, perbandingan dilakukan dengan mengukur berbagai rasio pada struktur wajah, mulai dari dagu, lebar rahang, lipatan mata, kedalaman mata, hingga panjang hidung.

“Asimetri wajah itu ada 17 variabel yang kemudian saya ekstrapolasikan ke dalam hitungan matematika. Rumusnya sudah terkunci,” ungkapnya.

Klaim Tingkat Kemiripan Kurang dari 1 Persen

Dokter Tifa menjelaskan bahwa foto-foto yang ia bandingkan berasal dari periode berbeda, yakni foto Jokowi saat muda dengan ciri berkacamata dan berkumis, serta foto di usia lebih tua dengan rambut menipis tanpa kacamata dan kumis.

“Hasilnya saya hitung dengan 17 variabel, ternyata similarity-nya hanya 1 persen. Perbedaannya mencapai 99,7 persen. Itu orang yang berbeda,” tegasnya.

Bahkan, ia menekankan bahwa tingkat kemiripan tersebut berada di bawah ambang batas statistik yang bisa ditoleransi.

“Kemiripannya cuma 0,1 persen, kurang dari 1 persen. Ini sudah nggak bisa dibantah lagi dengan matematika. Matematika itu ilmu Tuhan. Semua sains itu berpangkal dan berujung pada matematika,” tandas dokter Tifa.

Laporan: Judirho | Editor: Rivaldy

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tiba 12 Januari, John Herdman Diminta PSSI Menetap dan Gandeng Asisten Lokal
JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan pelatih…
Juara se-Kalbar, Pemanfaatan Aplikasi E-Kinerja ASN Pontianak Tembus 99,36 Persen
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali menorehkan prestasi gemilang…
OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, KPK Ringkus 8 Orang dan Sita Ratusan Juta Rupiah
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap…
Prabowo Bakal Kirim Bantuan Sapi Khusus untuk Tradisi Meugang di Aceh
BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap…
Polda Metro Jaya Terapkan KUHP Baru dalam Kasus Komika Pandji Pragiwaksono
JAKARTA – Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penanganan kasus dugaan…