
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk segera melakukan penanganan cepat terhadap dampak banjir yang melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Instruksi tegas ini disampaikan menyusul laporan mengenai bencana banjir, tanah longsor, dan genangan air yang terjadi di wilayah seperti Pati, Kudus, hingga Jakarta Utara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus agar dampak bencana dapat segera ditangani secara efektif.
Dalam keterangannya, Prasetyo menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama yang ditekankan oleh Kepala Negara dalam rapat terbatas.
Prasetyo menjelaskan bahwa instruksi tersebut menekankan pada kecepatan respons aparat di lapangan, terutama terkait evakuasi dan keselamatan korban di lokasi terdampak.
Ia menyebutkan bahwa seluruh jajaran terkait diminta untuk tidak menunda langkah penyelamatan maupun distribusi bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).
Perintah ini muncul setelah adanya laporan detail mengenai tanggul jebol di beberapa titik yang memperparah kondisi banjir di lapangan.
Selain penanganan darurat, Presiden juga meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk segera mengidentifikasi titik-titik wilayah yang rawan banjir dan rob sebagai langkah preventif.
Langkah pemetaan ini dimaksudkan sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi jangka panjang agar kerugian akibat bencana serupa dapat ditekan di masa depan.
Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah menyadari tanggung jawab besar untuk menyusun langkah antisipasi yang lebih komprehensif dan terukur.
“Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya,” tuturnya menambahkan.
Sejumlah wilayah di Pulau Jawa seperti Lamongan, Pekalongan, Demak, Karawang, hingga Bekasi dilaporkan mengalami dampak signifikan akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah pusat kini terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan logistik dan peralatan evakuasi tersalurkan dengan baik.
Terkait kemungkinan Presiden Prabowo turun langsung meninjau daerah terdampak, pihak Istana menyatakan bahwa agenda tersebut sedang dipertimbangkan menyesuaikan situasi.
“Nanti kita rencanakan,” jawab Prasetyo singkat saat ditanya awak media mengenai jadwal kunjungan kerja Presiden ke lokasi banjir.
Laporan: Severinus | Editor: Arya