
PATI – Sebanyak 22 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Pati harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).
Para siswa dilaporkan mulai merasakan gejala seperti pusing, mual, dan demam hanya berselang sekitar 15 menit setelah mengonsumsi menu makan siang yang dibagikan pihak sekolah pada pukul 11.30 WIB.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III, Budi Santosa, membenarkan insiden tersebut dan menyebutkan bahwa gejala ketidaknyamanan muncul tak lama setelah makanan dikonsumsi.
“Selang lima belas menit setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai merasakan gejala tidak nyaman,” ujar Budi.
Sebagai langkah antisipasi agar jumlah korban tidak bertambah, pihak sekolah segera menarik kembali seluruh sisa makanan MBG yang belum sempat dimakan oleh siswa lainnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pati Margorejo, Rosesita Trisuci Rohani, menjelaskan bahwa menu MBG hari itu terdiri dari garang asem ayam, tahu, semangka, dan susu kedelai yang diklaim telah melalui pemeriksaan awal.
“Seluruh menu dinyatakan layak konsumsi, kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Proses penyediaan makanan selalu mengikuti standar, namun hasil laboratorium akan memastikan penyebab dugaan keracunan,” jelas Rosesita.
Sementara itu, Duty Manager RS Keluarga Sehat Hospital Pati, Sri Widayati, mengonfirmasi bahwa seluruh siswa yang dirawat dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
“Keluhan utama adalah pusing, mual, dan demam, tim medis terus melakukan pemantauan intensif. Kami berupaya memberikan perawatan terbaik agar seluruh pasien dapat segera pulih,” ungkap Sri.
Laporan: RRI