
JAKARTA, PRANUSA.ID – Rencana penerbitan buku klarifikasi berjudul antitesis “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game” tengah disiapkan oleh ahli digital forensik Rismon Sianipar.
Langkah ini diambil untuk meralat riset sebelumnya yang sempat menyangsikan keabsahan ijazah milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Niat tersebut diungkapkan Rismon usai menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 45 menit dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden pada Jumat (13/3/2026).
Kedatangannya itu sekaligus bertujuan untuk melayangkan permohonan maaf secara langsung.
“Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige, saya akan mempublikasikannya,” ungkapnya.
Proses penyusunan draf buku itu diproyeksikan bakal memakan waktu sekitar enam bulan. Oleh karena itu, Rismon menargetkan karyanya sudah bisa dipublikasikan pada tahun ini.
Rismon secara terbuka mengakui bahwa dokumen ijazah Jokowi adalah asli setelah menemukan sejumlah bukti fisik. Bukti tersebut mencakup keberadaan fitur watermark serta emboss yang menempel pada dokumen kenegaraan tersebut.
Temuan itu kian menguatkan konsistensi dokumen usai dirinya membandingkan dengan foto ijazah yang sempat diunggah oleh Dian Sandi Utama, salah satu kader PSI.
“Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” tegas Rismon.
Di sisi lain, Wapres Gibran yang tampil mengenakan jas biru dongker dipadukan kemeja putih terlihat mendampingi Rismon saat keluar dari kantor Istana. Keduanya sempat terlibat perbincangan singkat yang diakhiri dengan jabat tangan.
“Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Pokoknya kita ini saudaraan. Sudah, enggak ada apa-apa lagi,” tutur Gibran sembari memeluk Rismon.
Sebagai informasi, Rismon Sianipar sebelumnya sempat terseret ke ranah hukum dan berstatus tersangka akibat tudingan ijazah palsu Jokowi. Sebelum menemui Gibran, ia juga telah merilis video permohonan maaf melalui kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Laporan: Christian | Editor: Arya