
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Warung Sastra bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar diskusi Malam Buku bertajuk Membaca Kembali Idrus Sebagai Sastra di Masa Peralihan Pendudukan Jepang di Yogyakarta pada Rabu (23/9/2026).
Agenda diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian semarak Pekan Kata 2026 tersebut menghadirkan akademisi Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma Novita Dewi serta sastrawan dan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Eko Triono.
Membedah rekam jejak pengarang buku Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma tersebut, para pemantik menilai karya Idrus berhasil memotret penderitaan jelata yang kerap luput dari historiografi resmi.
“Karya Idrus ini menurut saya tulisan-tulisan Idrus ini menambah alur sejarah, tetapi disini yang di potret Idrus adalah orang-orang kecil yang tidak menikmati keemasan sejarah tersebut,” kata Novita Dewi mengulas narasi realisme Idrus.
Novita mencontohkan bagaimana detail peristiwa penindasan era pendudukan Jepang seperti monopoli pangan, perampasan beras oleh oknum tentara, hingga kemiskinan terekam secara gamblang dalam prosa karya Idrus.
Senada dengan hal itu, Eko Triono menekankan bahwa keberpihakan Idrus terhadap nasib rakyat kecil setara dengan kedalaman karya sastrawan legendaris Mochtar Lubis.
Eko menilai karya Idrus menyempurnakan data statistik sejarah mengenai krisis pangan pada zaman pendudukan Jepang melalui penggambaran naratif yang humanis.
Menjawab pertanyaan mengenai redupnya popularitas Idrus dibandingkan dengan Chairil Anwar di kalangan pemuda hari ini, Eko menyoroti persoalan kanonisasi dan kurikulum pendidikan.
“Pertama bagaimana sastrawan itu dikenalkan pada buku pelajaran, sehingga para siswa dapat mengenalnya, puisi Chairil mungkin pernah dikutip sepenuhnya dalam setiap buku pelajaran bahasa Indonesia, namun Idrus hampir tidak pernah dikutip sepenuhnya,” terang Eko.
Melalui momentum Pekan Kata 2026 tersebut, para pembicara berharap generasi muda kembali menggalih serta meneladani gaya penulisan satir dan keberpihakan sosial yang diwariskan oleh Idrus dalam khazanah sastra Indonesia.
Laporan: Angga R. N | Editor: Michael